Gak Apa-apa (GPP)

Anoi Syahputra
Chapter #3

02. Dua Shift, Dua Peran

Hidup gue sekarang kebagi jadi dua shift.

Bukan karena gue kerja di dua tempat, tapi karena hidup gue rasanya kayak serial dua season. Season kantor dan season rumah.

Shift pertama gue: Senin sampai Jumat. Dari jam delapan pagi sampai lima sore. Lokasinya di kantor.

Shift kedua gue: setiap hari—tanpa libur. Dari gue buka mata sampai gue tidur, kadang lanjut di mimpi. Lokasinya di rumah gue sendiri.

Kerjaan gue biasa aja.

Karyawan kantor biasa. Duduk, ngetik, meeting (yang sebenernya nggak terlalu penting, tapi durasinya panjang banget. Saking panjangnya, gue yakin yang dibahas… udah pernah dibahas minggu lalu. Bahkan bulan lalu).

Gue digaji buat mikirin laporan.

Tapi yang paling sering bikin gue mikir justru yang nunggu di rumah.

Karena di rumah, gue bukan cuma karyawan—tapi suami. Dan jadi suami itu… nggak ada SOP nya.

Tiap pulang kerja, gue selalu pasang mode siaga. Ngebuka pintu rumah rasanya kayak buka loot box.

Kalian nggak akan pernah tahu bakal dapet apa. Buff atau malah boss battle.

Kadang gue pulang disambut aroma ayam goreng, sambal terasi, nasi anget, dan senyum Naya yang langsung bikin capek gue hilang seketika.

“Mandi dulu gih, nanti kita makan bareng,” katanya.

Tapi terkadang… gue disambut suasana rumah yang sepi. Lampu dapur nyala, tapi orangnya nggak ada.

“Sayang?” gue manggil. Nggak ada jawaban.

Di meja makan sudah ada sayur bening, tempe goreng, dan secarik kertas bertuliskan: “Kamu makan sendiri. Aku lagi capek.”

Nah… kalau udah gini, biasanya ada tiga kemungkinan.

Gue salah ngomong semalam. Atau gue lupa sesuatu ke dia. Atau gue buat salah… tapi gue belum tahu salah gue yang mana.

Lihat selengkapnya