Gak Apa-apa (GPP)

Anoi Syahputra
Chapter #8

07. Pura-pura Lupa Walaupun Berbahaya

Katanya, jadi suami itu harus peka. Tapi kadang, pura-pura gak peka juga perlu.

Bukan buat cari masalah, tapi buat bikin kejutan ala drama Korea.

Sayangnya, gak semua “kejutan” berakhir manis, apalagi kalau istrinya keburu aktifin mode diam yang daya rusaknya setara kayak senjata biologis.

Dan pagi itu… gue main api.

***

Matahari bersinar cerah.

Naya bangunin gue dengan nada yang nggak biasa, nada yang terlalu lembut di telinga gue. Biasanya suara dia tuh lebih keras dari scream vokalis metal.

“Sayang… bangun, yuk. Nanti kamu telat kerja.” Tangannya ngusap kepala gue pelan.

Gue ngucek mata. Masih setengah sadar, campur setengah curiga.

“Tumben kamu lembut banget hari ini. Kesurupan jin apa, Sayang?”

Dia cemberut manja.

“Aku cuma mau jadi istri yang lemah-lembut. Emang gak boleh?”

“Boleh,” jawab gue santai sambil cium keningnya.

Habis mandi, aroma nasi goreng tercium dari dapur. Naya masak sambil senyum-senyum.

“Sayang, sarapan dulu. Bekal kamu juga udah aku siapin.”

Dia duduk di depan gue.

“Sayang… kamu inget gak, hari ini hari apa?”

“Hari Selasa,” jawab gue ringan.

“Ih… bukan itu! Ini kan tanggal 14. Kamu gak ngerasa ada yang spesial gitu?”

“Iya. Tanggal 14 dan hari Selasa,” ulang gue. “Kenapa emangnya?”

Raut mukanya langsung berubah.

“Gak tau ah. Dasar kamu gak peka!”

Dia berdiri dan masuk ke dalam kamar. Gue cuma senyum tipis.

Waktu pamit kerja, gue cium keningnya.

Dia cuma ngelirik tajam, kayak tatapan khas rentenir yang nagih hutang pas jatuh tempo.

***

Siang hari. Pas Naya lagi nyapu teras, Bu Ratna lewat.

“Bu Naya kok mukanya kayak lagi kesel gitu?”

“Lagi bete aja, Bu. Suami gak peka. Hari ini hari spesial, tapi dia malah lupa.”

“Anniversary?”

Lihat selengkapnya