Sreekkk ... sreekk ... sreekk ....
Suara gesekan sepatu dengan lantai terdengar cukup jelas pada pagi hari yang sejuk, memecah sunyi di sebuah rumah bercat putih dengan bangunan joglo di bagian depan. Seorang gadis kecil berusia enam tahun muncul dari balik pintu kamar dengan rambut yang acak-acakan, Lorenza. Kepalanya menoleh kesana kemari, memastikan siapa gerangan yang membuat suara berisik dan memaksanya terbangun dari tidur.
Sementara di pintu lain seorang laki-laki kurus berusia delapan belas tahun terlihat sedang mengeluarkan tas jinjing, menyeretnya melewati pintu. Galendra namanya, atau panggil saja Andra.
"Abang mau kemana?" teriak Renza sambil berlari ke arah Andra dengan sepasang mata bulat yang berkaca-kaca.
Andra menoleh, menatap keponakannya dengan dada sesak. Gadis kecil dengan stelan baju tidur bergambar sponsbob memamerkan dua buah gigi itu menghambur kepelukannya. Air mata yang tak terbendung dalam sekejap membasahi pakaian Andra.
"Renza ikut," gadis itu mendongak menatap Andra, sambil mengguncang genggaman mungilnya pada sudut-sudut kemeja.