GALUH

Oleh: Muala

Blurb

Penyesalan terbesar Galuh bukanlah cinta yang tak sampai, melainkan deretan huruf yang tak pernah bisa ia maknai. Di ambang maut, takdir memberinya kesempatan untuk mengulang waktu. Kembali ke usia 21 tahun di tengah rimbunnya kebun karet Kalimantan, Galuh mengejar ketertinggalannya.
Di antara desing peluru dan aroma obat herbal di hutan gerilya, ia belajar mengeja nama 'Adnan'. Namun, mampukah aksara mengubah takdir yang sudah digariskan di pelataran pernikahan?

Lihat selengkapnya