Aku mengendarai motor matic milik kakakku masuk ke dalam Gang Merpati. Jalanan di dalam gang itu basah dan licin karena hujan baru saja reda beberapa menit yang lalu. Kepalaku terasa sangat pusing dan pandangan mataku agak buram karena pengaruh minuman keras oplosan yang aku minum bersama Bobby dan teman-teman lainnya di pos ronda tadi. Minuman itu rasanya pahit dan panas di tenggorokan, tapi membuatku merasa menjadi orang yang paling berani di antara semua teman tongkronganku. Rasa dingin dari angin malam yang mengenai wajahku tidak membuatku sadar, melainkan justru membuatku merasa semakin tertantang untuk membuktikan kata-kataku di pos ronda.
Tadi di pos ronda dekat rel kereta api, kami berlima duduk-duduk sambil merokok dan meminum dua botol minuman keras yang kami beli patungan. Kami mengobrol tentang banyak hal, mulai dari masalah motor, game di handphone, sampai perempuan-perempuan yang sering lewat di depan kami. Bobby kemudian mengejekku tidak punya pekerjaan tetap setelah dikeluarkan dari bengkel mobil tempatku bekerja dulu. Bobby bilang aku hanya bicara besar tapi sebenarnya adalah seorang penakut. Bobby menunjuk ke arah Gang Merpati yang terlihat sangat sepi dari kejauhan karena lampu jalannya banyak yang rusak. Bobby menantangku untuk pergi ke gang itu dan menjahili atau memegang bagian tubuh perempuan mana saja yang berjalan sendirian di sana. Bobby berjanji akan membelikan bensin untuk motorku selama satu minggu penuh jika aku berani melakukan hal itu.
Teman-teman yang lain ikut tertawa dan menyorakiku. Mereka bilang aku pasti tidak akan berani dan hanya akan pulang ke rumah untuk tidur. Aku merasa harga diriku diinjak-injak di depan kelompokku sendiri. Aku tidak mau dianggap seorang pecundang yang penakut oleh teman-teman bermainku. Aku ingin mereka semua tahu bahwa aku adalah orang yang nekat dan tidak takut pada apa pun. Oleh karena itu, aku langsung mengambil kunci motor di atas meja, memakai helm hitam tanpa mengunci talinya, dan menyalakan mesin motor. Aku bilang kepada Bobby untuk menunggu di pos ronda dan melihat apa yang akan aku lakukan.