Gang Merpati

Anon1m
Chapter #5

Doni #2

Aku memacu motor matic kakakku dengan kecepatan tinggi keluar dari mulut Gang Merpati. Knalpot motor yang sudah bobokan itu mengeluarkan suara raungan yang bising di tengah malam yang sepi, membuat beberapa ekor kucing jalanan berlarian ketakutan ke dalam selokan. Setelah memastikan posisiku sudah berada di jalan raya utama yang ramai, aku sedikit menurunkan kecepatan motor. Napasku memburu dengan cepat dan jantungku berdegup kencang karena adrenalin yang terpompa habis-habisan setelah melakukan aksi nekat tadi. Ada rasa tegang yang luar biasa di dalam dadaku. Tapi rasa tegang itu bercampur dengan rasa puas yang aneh. Di dalam kepalaku yang masih agak pusing karena alkohol, aku merasa telah memenangkan pertaruhan dan membuktikan diri di depan teman-temanku.

Aku memutar setang motor menuju ke arah jalan tikus yang terhubung kembali dengan pos ronda dekat rel kereta api. Dari kejauhan, aku bisa melihat lampu neon pos ronda yang terang dan siluet teman-temanku yang masih duduk berkumpul di sana. Mereka tampaknya sedang menunggu kedatanganku dengan cemas atau penasaran. Aku sengaja memainkan gas motor berulang kali, menimbulkan suara tarikan mesin yang putus-putus sebagai tanda kemenangan saat motor memasuki area parkir di samping pos ronda. Aku mematikan mesin motor, menurunkan standar samping dengan sentakan kaki yang keras, lalu melepas helm hitamku dan meletakkannya di atas jok motor dengan gaya yang sok keren.

Bobby, yang sedang memegang botol minuman keras yang tinggal seperempat, langsung berdiri dari bangku kayu dan berjalan mendekatiku dengan mata yang melotot penasaran. Dua teman lainnya, Rian dan Joko, ikut berdiri di belakang Bobby sambil tersenyum lebar. Suasana di pos ronda yang tadinya agak sunyi karena malam semakin larut mendadak menjadi riuh kembali karena kedatanganku.

"Gimana, Don? Lu beneran jalan ke dalam gang tadi? Gua denger suara motor lu muter di sana." tanya Bobby dengan nada suara yang agak tidak percaya sekaligus penasaran.

Lihat selengkapnya