Gang Merpati

Anon1m
Chapter #14

Rani #7

Air putih dari gelas kaca yang aku minum terasa dingin mengalir di tenggorokanku. Aku mengembuskan napas panjang beberapa kali sebelum kembali berdiri tegak di depan layar proyektor. Aku memaksakan diri untuk menyelesaikan presentasi laporan keuangan audit itu dengan sisa tenaga yang aku miliki. Aku membaca angka-angka di tabel laporan dengan suara yang agak cepat, agar rapat ini bisa segera berakhir dan aku bisa keluar dari ruangan yang terasa sangat mencekam ini. Pak Bambang dan dua orang auditor eksternal hanya mengangguk-angguk pelan tanpa banyak bertanya lagi, mungkin karena mereka menyadari kondisi fisikku yang sedang tidak stabil sejak awal presentasi dimulai.

Pukul sebelas pagi, rapat akhirnya selesai. Tim auditor eksternal berpamitan untuk langsung menuju ke area gudang logistik di lantai dasar gedung kantor. Aku buru-buru mematikan proyektor, menutup laptop kantor dengan sentakan yang agak keras, lalu memasukkan kembali semua berkas ke dalam tas ransel. Pak Bambang sempat berjalan mendekatiku saat sedang merapikan meja kayu panjang tersebut.

"Rani, kalau kamu memang merasa sangat sakit, setelah ini kamu boleh beristirahat di ruang kesehatan atau minta izin pulang setengah hari ke bagian personalia. Wajahmu benar-benar kelihatan sangat pucat." kata Pak Bambang dengan nada suara yang datar namun berisi perhatian sebagai seorang atasan kerja.

Lihat selengkapnya