Gang Merpati

Anon1m
Chapter #16

Rani #8

Jarum jam dinding di ruang divisi akuntansi akhirnya bergerak tepat ke angka dua belas siang. Suara bel otomatis berbunyi dari pengeras suara di langit-langit kantor, menandakan waktu istirahat dan makan siang telah tiba. Dalam hitungan detik, suasana kubikel yang tadinya hening langsung berubah menjadi ramai. Rekan-rekan kerjaku mulai mematikan layar monitor mereka, merapikan meja, dan saling mengajak untuk pergi makan ke kantin belakang atau ke pujasera di seberang gedung kantor.

"Ran, yuk makan siang. Hari ini ada menu soto ayam kesukaanmu di kantin bawah. Kalau telat sedikit pasti antrenya panjang." ajak Sinta sambil berdiri di samping sekat kubikelku, sudah memegang dompet kecilnya.

Aku menatap layar komputerku yang masih menampilkan tabel Excel kosong. Perutku sebenarnya terasa kosong dan agak perih karena aku belum menyantap makanan apa pun sejak pagi hari. Namun, membayangkan harus berjalan ke kantin bawah yang penuh sesak oleh ratusan karyawan dari berbagai divisi membuat nyaliku langsung ciut. Aku tidak sanggup membayangkan harus mengantre di tempat yang padat, berdesak-desakan di antara barisan orang, dan mendengarkan suara obrolan yang bising. Pikiranku yang masih trauma langsung membayangkan bahwa di antara kerumunan orang itu, bisa saja ada orang yang sengaja atau tidak sengaja menyenggol tubuhku dari belakang.

Lihat selengkapnya