Gang Merpati

Anon1m
Chapter #18

Rani #9

Suara langkah kaki yang mendekat ke arah kubikel membuatku buru-buru menyeka sisa air mata di pipi menggunakan selembar tisu yang sudah lecek. Aku mengembuskan napas panjang, mencoba menata kembali raut wajahku agar kelihatan biasa saja. Sinta muncul dari balik sekat triplek sambil membawa sebuah kantong plastik putih berukuran kecil. Dia meletakkan kantong plastik itu di samping papan tik komputer dengan gerakan pelan.

"Ini roti lapis rasa cokelat dan air mineral botol pesananmu, Ran. Aku tadi sekalian beli buah potong di depan, ini buat kamu saja supaya tidak lemas." kata Sinta sambil mengeluarkan sebungkus roti dan satu botol air dari dalam kantong plastik.

"Terima kasih banyak ya, Sin. Maaf sudah merepotkanmu siang-siang begini," jawabku sambil meraih botol air mineral tersebut. Aku memutar tutup botolnya dengan tangan yang masih sedikit terasa kaku, lalu meminum airnya sebanyak tiga tegukan besar. Rasa dingin dari air itu setidaknya bisa mengurangi sedikit rasa mual yang sejak tadi tertahan di dalam perutku.

Lihat selengkapnya