Gang Merpati

Anon1m
Chapter #20

Rani #10

Suara bel berdenting pelan dari arah lorong depan menunjukkan bahwa waktu sudah tepat menunjuk pukul dua siang. Sinta sudah berdiri di samping kubikelku sambil membawa sebuah papan jalan berklip besi yang menjepit lembaran kertas kosong untuk mencatat stok barang. Aku menutup dokumen kerja di layar komputer, lalu mengambil pulpen hitam dari dalam laci meja kerja. Kemeja flannel besar milik adikku yang longgar sengaja aku kancingkan sampai ke batas paling atas dekat leher. Tas ransel tetap aku biarkan tergeletak di bawah meja kerja, karena aku hanya perlu turun ke lantai dasar gedung kantor selama beberapa jam untuk menemani perwakilan tim auditor eksternal memeriksa fisik barang logistik perusahaan.

"Ayo, Ran. Pak Bambang tadi sudah turun duluan lewat tangga darurat karena dia ada urusan sebentar dengan kepala gudang di bawah." kata Sinta sambil berjalan mendahuluiku menuju ke arah pintu kaca otomatis divisi akuntansi.

Aku melangkah di belakang Sinta dengan langkah kaki yang sengaja aku perlambat. Lorong menuju ke arah lift utama terasa sepi karena sebagian besar karyawan divisi lain masih sibuk menyelesaikan pekerjaan mereka di dalam kubikel masing-masing. Lantai lorong yang dilapisi karpet abu-abu tebal membuat bunyi langkah sepatu sandalku hampir tidak terdengar sama sekali. Namun, situasi sunyi di lorong gedung bertingkat ini justru membuat perasaanku menjadi kembali tidak nyaman. Aku merasa seolah-olah ada sepasang mata asing yang memperhatikan gerakanku dari balik sekat-sekat triplek ruangan kantor yang kami lewati. Rasa curiga dan takut yang tertanam di dalam kepalaku sejak semalam di Gang Merpati kini membuatku tidak bisa mempercayai situasi sepi di mana pun aku berada.

Lihat selengkapnya