Langkah kakiku mengikuti Sinta memasuki lift besar yang bergerak turun ke lantai dasar. Ketika pintu lift terbuka, udara dingin ber-AC dari lantai dua langsung berganti dengan hawa pengap yang hangat dan bau kardus kering yang menyengat. Gudang logistik perusahaan ini memiliki sebuah ruangan raksasa dengan langit-langit yang sangat tinggi. Di sepanjang ruangan, rak-rak besi berukuran besar setinggi lima meter berdiri berderet-deret, penuh dengan tumpukan kotak barang kiriman yang siap didistribusikan. Cahaya di dalam gudang ini tidak seterang di ruang kantor atas, lampu-lampu neon panjang dipasang berjarak, menyisakan banyak lorong di antara rak-rak besi yang suasananya agak remang-remang.
"Rani, Sinta, kalian langsung bergabung dengan tim auditor di lorong blok C ya. Mereka sedang menghitung stok barang elektronik di sebelah sana." kata Pak Bambang yang tiba-tiba muncul dari arah pos jaga gudang, sambil membawa papan jalan berklip besi miliknya sendiri.
"Baik, Pak." jawab Sinta singkat. Dia langsung melangkah membelok ke arah kiri, melewati tumpukan palet kayu yang berjajar di pinggir jalan utama gudang.