Gang Merpati

Anon1m
Chapter #23

Doni #11

Mobil angkutan kota yang aku tumpangi akhirnya berhenti di depan gerbang masuk terminal bus antarkota kecamatan. Supir angkot menginjak rem dengan sentakan yang cukup keras, membuat tubuhku yang duduk di pojok belakang terdorong sedikit ke depan hingga tas ransel hitam di pangkuanku membentur sandaran kursi besi di depan. Aku buru-buru merogoh saku celana jeans untuk mengambil uang dua puluh ribu rupiah sisa dari dompetku, lalu menyerahkannya kepada supir angkot melewati jendela samping kemudi sebelum melangkah turun dengan terburu-buru ke atas lantai aspal terminal yang panas dan berdebu.

Suara bising dari mesin-mesin bus besar yang sedang memanaskan mesin bersahut-sahutan di udara, bercampur dengan kepulan asap solar yang hitam dan pekat yang membuat dadaku terasa sesak untuk bernapas. Area terminal siang ini sangat ramai dan semrawut oleh lalu lalang calon penumpang yang membawa tas-tas besar, para pedagang asongan yang berteriak menawarkan dagangannya, dan beberapa orang calo tiket yang berdiri berjejer di dekat loket pembelian tiket resmi. Begitu kakiku melangkah masuk melewati pembatas gerbang semen, tiga orang pria bertubuh kekar yang memakai kaos dalam ketat dan handuk kecil di leher langsung berjalan mendekatiku dengan gerakan yang cepat setelah melihat tas ransel besar warna hitam yang aku gendong di punggung.

"Mau ke mana, Dek? Keluar kota? Bus jurusan timur atau barat? Sini saya bantu carikan tiketnya yang langsung berangkat sekarang." kata salah satu calo tiket yang berwajah garang sambil memegang tali tas ranselku dengan tangan kanannya yang dipenuhi tato.

Lihat selengkapnya