Gang Merpati

Anon1m
Chapter #31

Doni #15

Pria tua pemilik warung kopi meletakkan sebuah gelas kaca tebal berisi kopi hitam panas di atas meja kayu di depanku. Uap putih mengepul dari permukaan air kopi yang hitam pekat, membawa aroma pahit yang kuat ke udara remang-remang warung. Di samping gelas, ada sepotong pisang goreng dingin yang minyaknya sudah mengering di atas piring seng. Pria tua itu sempat menatap tas ransel besar warna hitamku sekali lagi sebelum memutar tubuhnya berjalan kembali ke arah meja kasir dekat pintu depan.

Aku mengambil gelas kopi itu menggunakan tangan kananku, mencoba merasakan kehangatan kacanya untuk mengurangi rasa menggigil di sekujur tubuh akibat kaos oblong yang basah oleh keringat dingin sejak siang. Kepalaku masih terasa pusing. Suasana warung kopi anyaman bambu di perbatasan barat ini cukup sunyi, hanya ada suara dengung radio tua pemilik warung yang memutar lagu daerah dengan kualitas suara yang kresek-kresek karena sinyal yang buruk.

Tangan kiriku merogoh saku celana jeans untuk mengambil handphone yang sejak di dalam bus ekonomi tadi sengaja aku matikan dayanya. Dengan jari yang masih sedikit bergetar, aku menekan tombol daya di samping bodi handphone untuk menyalakannya kembali. Aku perlu melihat apakah ada pesan baru dari Syahrul tentang situasi di rumah setelah polisi datang, atau apakah Bobby sudah membalas pesanku kembali untuk memberikan kejelasan nasib taruhan kami kemarin malam.

Layar handphone menyala terang menampilkan logo merk, namun setelah masuk ke menu utama, tanda sinyal di sudut kanan atas layar hanya menampilkan simbol silang merah. Sinyal operator seluler di daerah pinggiran desa ini ternyata tidak stabil, membuat aplikasi WhatsApp tidak bisa memperbarui pesan sama sekali. Rasa panik dan frustasi yang besar kembali meluap di dalam dadaku. Aku meletakkan handphone itu di atas meja kayu dengan sentakan yang agak keras hingga air kopi di dalam gelas sedikit berguncang dan tumpah sedikit ke atas permukaan meja. Aku merasa benar-benar terputus dari dunia luar, terjebak di sebuah tempat asing tanpa tahu apakah saat ini polisi sudah mengeluarkan surat buronan resmi yang mencantumkan nama dan foto wajahku ke seluruh kantor polisi sektor jajaran atau belum.

Lihat selengkapnya