Gang Merpati

Anon1m
Chapter #35

Doni #17

Langkah kakiku terhenti di depan sebuah pagar kayu randu yang sudah lapuk di ujung jalan setapak desa. Di balik pagar itu, berdiri sebuah rumah panggung sederhana yang dindingnya merupakan kombinasi antara anyaman bambu dan papan kayu jati tua yang sudah menghitam karena usia. Cahaya lampu pijar kuning lima watt menyala redup di teras depan, menerangi sebuah sepeda ontel tua yang bersandar di tiang kayu rumah. Ini adalah rumah Paman Madi, kakak kandung dari almarhum ayahku yang sudah tinggal di desa perbatasan barat ini sejak puluhan tahun lalu.

Napasku masih memburu dengan cepat, terasa sesak di dalam dada setelah berjalan kaki mendaki jalan setapak yang licin dan penuh batu tajam. Aku menurunkan tas ransel hitam dari pundakku, memegangnya menggunakan tangan kanan yang gemetar karena rasa cemas yang belum juga reda. Kakiku yang terbungkus sepatu kets kotor penuh lumpur merah terasa dingin dan kaku.

Aku melangkah menaiki tiga anak tangga kayu menuju teras rumah yang sempit. Aku berdiri di depan pintu kayu depan yang permukaannya sudah kasar, lalu mengetuknya sebanyak tiga kali menggunakan kepalan tangan kiriku. Suara ketukan itu terdengar cukup keras di tengah sunyinya malam desa yang hanya dihiasi oleh suara jangkrik sawah.

Lihat selengkapnya