Gang Merpati

Anon1m
Chapter #36

Rani #18

Langkah kakiku terhenti tepat di depan mulut Gang Merpati. Air hujan yang mengalir deras dari atas langit membuat pandanganku ke dalam gang menjadi sangat terbatas. Saluran air di pinggir gang sudah meluap, mengirimkan air cokelat keruh semata kaki yang mengalir deras keluar menuju jalan raya utama. Lampu jalan yang kemarin malam berkedip rusak kini sudah mati. Lorong panjang di antara pembatas pagar seng dan dinding beton rumah warga itu kelihatan seperti sebuah lubang hitam yang pekat dan menyeramkan.

Aku berdiri mematung di bawah payung plastik biru yang batangnya sudah bengkok karena terpaan angin kencang. Seluruh pakaianku, mulai dari jilbab hingga kemeja flannel yang kedodoran, sudah basah dan terasa dingin menempel di kulit. Jantungku berdegup dengan keras hingga menimbulkan rasa perih yang membuat dadaku sesak. Pikiranku langsung menolak untuk melangkah masuk ke dalam kegelapan gang tersebut. Rasa takut dari kejadian kemarin malam seolah-olah menjelma menjadi sosok tak terlihat yang sedang berdiri menungguku di balik tikungan lorong yang gelap.

Aku menegokkan wajah ke arah kanan dan kiri jalan, mencoba mencari alternatif jalan lain yang bisa dilewati untuk menuju ke rumah kosku. Namun, jalan pintas lainnya memutar sangat jauh melewati area pasar yang jalurnya terkenal lebih rawan jika malam hari. Beberapa pengendara motor dengan jas hujan berwarna gelap tampak melintas membelah genangan air di depanku, menimbulkan suara raungan mesin yang bising. Suara mesin itu langsung memicu kembali memoriku tentang detik-detik tangan kasar berjaket hitam mencengkeram dadaku di tempat ini beberapa jam yang lalu.

Rasa putus asa yang mendalam seketika menguasai pikiranku. Aku merasa kota ini telah merampas seluruh kebebasanku untuk berjalan dengan tenang menuju tempat tinggalku sendiri. Air mataku kembali mengalir deras bercampur air hujan yang membasahi pipi. Aku merapatkan dekapan tas ransel di depan dada, memejamkan mata sejenak untuk mengumpulkan sisa-sisa keberanian yang masih ada, lalu dengan kaki yang gemetar, aku terpaksa mengambil langkah pertama memasuki air keruh Gang Merpati yang gelap dan sunyi.

Lihat selengkapnya