Gang Merpati

Anon1m
Chapter #37

Doni #18

Paman Madi menggeser posisi berdirinya untuk membiarkanku melangkah masuk ke dalam ruang tamu rumah panggungnya yang sempit. Lantai papan kayu jati tua di bawah kakiku berdecit nyaring saat aku meletakkan tas ransel hitam besar yang kotor penuh lumpur merah di dekat kursi rotan yang sudah usang. Cahaya lampu pijar kuning lima watt di langit-langit membuat bayangan tubuhku yang basah oleh keringat dingin kelihatan panjang memanjang di dinding anyaman bambu.

"Duduk dulu, Don. Kamu basah kuyup begini seperti orang dikejar setan. Minum dulu air putihnya." kata Paman Madi sambil berjalan ke arah dapur belakang untuk mengambil segelas air, meninggalkanku sendirian di ruang tamu yang baunya didominasi oleh aroma kayu bakar dan tembakau kering.

Aku duduk di pinggir kursi rotan dengan posisi tubuh yang membungkuk dan tangan yang saling meremas di atas paha. Jantungku masih berdegup kencang. Suara jangkrik sawah dari luar jendela terdengar sangat nyaring, mempertegas kesunyian malam desa yang asing ini. Pikiranku berputar dengan sangat cepat untuk menyusun sebuah cerita bohong yang masuk akal agar Paman Madi tidak mencurigai kedatanganku yang mendadak membawa tas besar.

Lihat selengkapnya