Gang Merpati

Anon1m
Chapter #41

Doni #20

Suara jangkrik dari arah kebun pisang di luar rumah panggung Paman Madi terdengar nyaring di dalam keheningan kamar depan yang lembap ini. Aku berbaring telentang di atas kasur tipis yang bau apeknya sangat menyengat hidung. Kedua tangan aku lipat di belakang kepala, menatap lurus ke arah langit-langit papan kayu jati tua yang hanya disinari oleh lampu pijar kuning lima watt yang redup. Pikiranku terus berputar-putar memikirkan nasib pelarianku. Rasa pusing di kepala akibat sisa minuman keras kemarin malam kini sudah berganti sepenuhnya dengan rasa cemas yang sangat dingin yang mencengkeram seluruh isi kepalaku.

Aku melirik ke arah bantal tempat aku meletakkan handphone yang sejak dari warung kopi tadi sengaja aku matikan lagi dayanya. Keinginan untuk mengetahui situasi terkini di rumah kota dan di pangkalan pos ronda terus mendesakku untuk menyalakan kembali handphone tersebut. Aku perlu tahu apakah polisi sudah menetapkanku sebagai buronan resmi, atau apakah Bobby dan anak-anak pos ronda lainnya sudah mulai bicara kepada petugas kepolisian tentang keterlibatanku dalam aksi begal payudara di Gang Merpati kemarin malam.

Dengan tangan kiri yang gemetar karena rasa takut, aku mengambil handphone itu dari atas bantal. Aku menekan tombol daya di bagian samping bodi handphone selama beberapa detik sampai layarnya menyala terang menampilkan logo merk. Begitu masuk ke halaman menu utama, aku langsung menatap ke arah sudut kanan atas layar untuk memeriksa indikator sinyal seluler operator. Lambang silang merah yang tadi sore muncul kini sudah berganti dengan dua baris sinyal kecil, menandakan handphoneku berhasil menangkap sedikit jaringan internet dari pemancar yang ada di wilayah kecamatan luar.

Dalam hitungan detik, handphone di tanganku langsung bergetar berturut-turut tanpa berhenti. Suara notifikasi pesan masuk berbunyi saling bersahut-sahutan di dalam kamar sepi ini, membuat jantungku langsung melonjak dengan keras karena rasa terkejut yang luar biasa. Ada lebih dari seratus pesan baru yang masuk dari aplikasi WhatsApp, sebagian besar berasal dari grup obrolan pangkalan pos ronda dan beberapa pesan pribadi dari nomor handphone Syahrul yang dikirimkan sejak sore tadi.

Lihat selengkapnya