Gang Merpati

Anon1m
Chapter #43

Doni #21

Handphone di telapak tangan kiriku terasa panas setelah menerima ratusan pesan masuk yang bertubi-tubi dari grup WhatsApp dan nomor Syahrul. Layar handphone yang menyala terang menampilkan logo pesan teks dari kakakku, seolah terus mendesakku untuk memberikan jawaban atas malapetaka yang aku timbulkan di rumah kota sejak siang tadi. Keringat dingin mengalir deras dari kulit kepalaku, membasahi pelipis dan menetes ke atas permukaan layar kaca handphone hingga membuat tampilannya agak buram.

Aku duduk di pinggiran kasur ranjang besi yang tipis dan lembap, memegangi kepalaku yang terasa pusing menggunakan tangan kananku. Kata-kata Syahrul tentang ibu pingsan dan Bobby dibawa ke kantor polsek terus berputar-putar di dalam otakku seperti sebuah palu besi yang memukul ego sombongku sampai hancur berkeping-keping.

Dengan jari-jari tangan yang kaku dan bergetar hebat, aku mencoba mengetik balasan pesan untuk Syahrul. Aku tahu ini keputusan yang berisiko karena membiarkan handphoneku tetap menyala di daerah terasing ini bisa membuat posisi koordinatku dilacak oleh pihak kepolisian, tapi rasa cemas tentang kondisi ibuku mengalahkan seluruh logika pelarianku.

Lihat selengkapnya