Gang Merpati

Anon1m
Chapter #45

Doni #22

Suara deru mesin mobil yang bergerak lambat di jalan tanah berbatu luar rumah panggung Paman Madi mendadak berhenti total. Suara mesin itu digantikan oleh bunyi derit rem tangan yang ditarik secara paksa, disusul oleh suara pintu mobil yang dibuka dan ditutup kembali secara bersamaan dari arah halaman depan. Jantungku langsung berdegup kencang di dalam dada hingga menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa sampai ke batas tenggorokanku yang terasa kering.

Aku melompat turun dari atas kasur ranjang besi yang lembap, berjalan menjinjit tanpa menggunakan alas kaki mendekati celah-celah papan kayu jati dinding kamar depan yang menghitam. Aku menempelkan mata kiriku pada salah satu celah papan untuk melihat situasi yang terjadi di luar halaman rumah. Di bawah kegelapan malam desa yang pekat, sebuah mobil minibus berwarna abu-abu gelap terparkir melintang tepat di depan pagar kayu randu yang lapuk. Dua orang pria bertubuh tegap yang memakai jaket kain tebal dan celana jeans tampak melangkah keluar dari dalam mobil, salah satu di antaranya memegang sebuah senter besar yang lampu sorot putihnya sangat terang, mengarah lurus ke arah pintu depan rumah panggung paman.

"Doni! Lu di dalam kan? Keluar Don! Ini gua, Syahrul!" sebuah suara teriakan yang sangat aku kenali tiba-tiba memecah kesunyian malam dari arah halaman depan.

Lihat selengkapnya