Gang Merpati

Anon1m
Chapter #47

Doni #23

Suara langkah kaki sepatu laras pendek milik petugas kepolisian yang menaiki tiga anak tangga kayu teras rumah panggung Paman Madi terdengar sangat berat dan jelas di telingaku. Setiap derit papan kayu yang terinjak seolah menjadi ketukan lonceng kematian bagi kebebasan hidupku. Aku berdiri mematung di tengah kamar depan yang lembap, menatap lurus ke arah pintu kayu kamar yang terkunci dari dalam dengan tubuh yang gemetar hebat karena rasa ketakutan yang luar biasa.

"Doni! Buka pintunya, Don! Jangan bikin petugas kepolisian terpaksa mendobrak pintu rumah pamanmu sendiri!" teriak Syahrul dari arah ruang tamu dengan nada suara yang sangat serak dan penuh kemarahan yang tertahan.

Tangan kiriku yang gemetar meraba selot besi pintu kamar. Aku tahu tidak ada lagi jalan keluar yang tersisa bagi diriku. Halaman belakang rumah dipenuhi pohon pisang yang gelap, dan mobil minibus petugas kepolisian sudah menutup satu-satunya jalan tanah berbatu menuju terminal pasar luar desa.

Lihat selengkapnya