Garis Z

Nazwa Nadya
Chapter #5

04

Zaviera melangkahkan kakinya menuju rumah tempatnya tinggal. Gadis berbadan mungil itu bersenandung kecil menikmati suasana siang hari yang cerah ini.

"Eh, ada Mang Cilok!" ucap Zaviera dengan mata berbinar.

Melihat pedagang cilok itu, Zaviera mengambil tas yang ada di punggungnya, lalu merogoh setiap sisi di dalam tasnya berharap menemukan uang untuk membeli cilok.

Cilok adalah makanan kesukaan Zaviera.

"Alhamdulillah, ada lima ribu," ucap Zaviera.

Setelah mendapatkan apa yang dicarinya, Zaviera melanjutkan langkahnya menuju pedagang cilok yang ada di depan gang rumahnya.

"Mang, ciloknya lima ribu, ya," ucap Zaviera kepada penjual cilok.

"Oke, Neng."

"Nih, Neng, ciloknya."

"Oh iya, ini Mang uangnya," ujar Zaviera kepada penjual cilok sambil memberikan uang lima ribu.

"Makasih ya, Neng."

"Iya, Mang."

Zaviera pun mengayunkan kakinya, melangkah masuk ke dalam gang rumahnya.

Dari kejauhan, seorang pemuda memperhatikan Zaviera. Orang itu adalah Zayn.

"Dia tinggal di sini?" gumam Zayn.


•••

"Bunda, ini browniesnya," ucap Zayn sambil memberikan plastik yang berisikan brownies permintaan bundanya.

"Masya Allah, terima kasih ya, Nak," jawab Clarissa sambil menerima browniesnya.

"Sama-sama, Bun. Zayn mau bersih-bersih dulu, terus mau salat ya, Bun," pamit Zayn.

"Iya, Nak."

Zayn melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya. Setelah berada di depan pintu kamar, Zayn membuka pintu dan langsung memasukinya.

Setelah itu, Zayn melepaskan tasnya di meja belajar, lalu melepaskan seragam sekolahnya—menampilkan badannya yang terbalut kaus hitam.

Zayn memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu, ia akan melaksanakan salat Dzuhur.

•••

"Nadin, kamu mau ke mana, Nak?" panggil Aris.

"Nadin mau pergi dari rumah ini, Yah! Nadin enggak betah hidup miskin lama-lama!" sahut Nadin sambil memasukkan pakaiannya ke dalam tas ransel berwarna ungu yang terlihat sudah sedikit koyak.

"Nadin, jangan pergi, Nak," ucap Kinasih sambil memegang baju sang anak.

"Dek, kamu mau ke mana?" sahut Zaviera.

"Aku muak hidup kayak gini terus!" ucap Nadin sedikit berteriak.

Usia Nadin satu tahun di bawah Zaviera. Saat ini Zaviera berusia 17 tahun, sedangkan Nadin berusia 16 tahun.

Tak menghiraukan perkataan kakak serta orang tuanya, Nadin memakai tas ransel di punggungnya, lalu beranjak keluar kamar dan melangkahkan kakinya keluar rumah.

Lihat selengkapnya