Zaviera melangkah kan kaki nya menuju rumah tempat nya tinggal. Gadis berbadan mungil itu bersenandung kecil menikmati suasana siang hari yang cerah ini.
"Ehh ada mang cilok itu" ucap Zaviera dengan mata berbinar nya
Melihat pedagang cilok itu, Zaviera mengambil tas yang ada di punggung nya, lalu merogoh setiap sisi yang ada didalam tas nya berharap menemukan uang untuk ia membeli cilok.
Cilok adalah makanan kesukaan Zaviera.
"Alhamdulillah ada limaribuh" ucap Zaviera
Setelah mendapatkan apa yang ia cari,Zaviera melanjutkan langkah nya ke pedagang cilok yang ada didepan gang rumah nya .
"Mang cilok nya Limaribuh yaa" ucap Zaviera kepada penjual cilok
"Oke neng"
"Nih neng ciloknya"
"Oiyah ini mang uang nya" ujar Zaviera kepada penjual ciloknya sambil memberi uang lima ribu
"Makasih yaa neng"
"Iyah mang"
Zaviera pun mengayunkan kaki nya melangkah masuk ke dalam gang rumah nya.
Dari kejauhan seorang pemuda memperhatikan Zaviera,orang itu adalah Zayn.
"Dia tinggal disini" gumam Zayn
Flashback
" Assalamualaikum Zayn" salam wanita dari sebrang telpon
"Waalaikumusalam bun" jawabb Zayn
"Kamu sudah mau pulang nak" tanya clarissa—bunda Zayn
"Sudah bun,ini zayn udah dimobil mau jalan pulang"
"Bunda bisa minta tolong nak" pinta Clarissa
"Bisa Bun,apa itu Bun" tanya Zayn
"Nanti tolong belikan bunda brownies yang ada di Deket jalan Menteng tenggulun itu yaa" perintah Clarissa
"Oiyah Bun, nanti Zayn belikan, Zayn tutup yaa Bun, assalamualaikum "
"Waalaikumussalam"
Saat keluar dari toko brownies, Zayn melihat seorang gadis dengan baju kurung nya serta kain putih yang menutupi setengah wajahnya sedang berjalan, sepertinya Zayn tidak asing dengan gadis itu.
Ntah dorongan dari mana Zayn mengikuti gadis itu yang tak lain adalah Zaviera.
Flashback end.
•••
"Bunda,ini brownies nyaa" ucap Zayn sambil memberikan plastik yang berisikan brownies permintaan bunda nya.
"Maa sya Allah terima kasih yaa nak" jawab Clarissa sambil menerima brownies nya
"Sama sama Bun, zayn mau bersih bersih dulu terus mau sholat yaa Bun" pamit Zayn
"Iyah nak"
Zayn melangkahkan kaki nya menaiki tangga menuju kamar nya, setelah sudah di depan pintu kamar nya, Zayn membuka pintu langsung memasuki nya.
Setelah itu Zayn melepaskan tas nya dimeja belajar, lalu melepaskan baju sekolahnya, menampilkan badan Zayn yang terbalut dengan kaos hitam miliknya.
Zayn memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah itu ia akan melaksanakan sholat Dzuhur.