"Makasih ya lo udah mau nolongin gue" ucap Nadin
"Iyah sama sama" sahut pria itu
Disini, disebuah apartemen yang berkesan mewah, pria itu membawa Nadin ke apartemennya.
"Kalo Lo mau, Lo bisa tinggal disini" ucap pria itu kembali
Mereka duduk berdampingan disebuah sofa yang terdapat di dalam apartemen ini.
"Lo—beneran?" Tanya Nadin sedikit gugup
"Ya"
"Makasih banyak yaa"
"Btw kalo gue tinggal disini, lo dimana" tanya Nadin
"Ya gue tinggal dirumah gue lah, apartemen ini sesekali gue tempatin"
"Oh gitu yah"
Keadaan kembali canggung, pria itu kembali membuka handphone nya dan memainkan game online yang ada didalamnya.
Gadis dengan celana kulot hitam dan kaos abu itu hanya diam dengan jari yang mengetuk ngetuk paha nya dengan mata yang sesekali melirik kearah pria itu, tanpa disadarinya senyum tipis terbit dari bibirnya.
"Ganteng" batin Nadin
•••
"Ehh itu kan punya gue dodollll ngapa lo ambil sih" ucap Kenzo sedikit berteriak
"Bagi dikit kali, pelit amat jadi orang" sahut Rafa
Mereka berada dirumah Zayn, lebih tepatnya dikamar Zayn, mereka memang sering main kerumah Zayn atau yang lain diantara mereka.
Orang tua Zayn pun tidak keberatan dengan kehadiran dua teman anaknya.
"Beli sendiri kenapa sih, Lo kan orang kaya" ucap Kenzo
"Berisik kalian" sulut Zayn
"Ini nih Rafa ngambil jajan gue"
"Jajan Lo peangg, ini dari Zayn kali" sewot Rafa