Seorang gadis dengan baju sekolah kurungnya dilengkapi cadar yang selalu menutupi setengah wajahnya itu melangkahkan kakinya ke toko-toko untuk mencari pekerjaan.
Zaviera. Sejak pulang sekolah tadi, ia langsung pergi untuk mencari pekerjaan bagi dirinya.
'Alda Cake'. Zaviera membelokkan langkahnya ke salah satu toko roti yang lumayan ramai pengunjungnya.
"Permisi, Mbak," sapa Zaviera kepada kasir dengan name tag 'Rosa'.
"Iya, Mbak, ada yang bisa saya bantu?" ucap Rosa sambil menyatukan tangannya di depan dada.
"Saya mau bertanya, Mbak. Di sini ada lowongan pekerjaan yang bisa untuk anak SMA tidak, ya?" tanya Zaviera.
"Oh, maaf, Mbak. Di sini memang sedang mencari pekerja, tetapi tidak menerima anak sekolah," ucapnya sopan.
"Gitu, ya, Mbak. Kalau begitu saya permisi, Mbak. Terima kasih."
Setelah mengatakan itu, Zaviera keluar dari toko roti tersebut dan melanjutkan pencarian kerja.
"Panas banget hari ini," gumam Zaviera sambil mengusap butiran keringat di dahinya.
Setelah merasa cukup lelah, Zaviera mendudukkan dirinya di sebuah bangku kosong di depan ruko yang tutup.
Zaviera melepas tas dari punggungnya dan meletakkannya di pangkuan.
Ia membuka tas dan mengambil botol minum yang selalu ia bawa dari rumah. Saat hendak mengambil minumnya, ia menemukan suatu benda.
Lap kecil.
"Astaghfirullah, Zaviera! Gimana bisa lupa, sih?" ucap Zaviera pada dirinya sendiri.
Niatnya kemarin ingin mengembalikan lap kecil itu, tetapi ternyata ia malah lupa.
"Ya sudah, deh, besok saja," ucapnya sambil memasukkan lap kecil itu kembali ke dalam tas.
Setelah itu, Zaviera meneguk air dari botol minumnya.
Merasa lelahnya sedikit berkurang, Zaviera melanjutkan langkahnya untuk mencari pekerjaan kembali.
Matanya melisik setiap toko yang ia lewati, hingga tertuju pada sebuah toko grosir sembako. Tanpa ba-bi-bu, Zaviera melangkahkan kakinya ke toko itu.
"Permisi, Pak," sapa Zaviera kepada pemilik toko.
"Iya, ada yang bisa dibantu, Dek?" tanya pemilik toko yang diketahui bernama Pak Andi.
"Di sini sedang mencari pekerja tidak, ya, Pak?" tanya Zaviera.
"Kebetulan Saya sedang mencari untuk bagian merapikan barang, Dek. Memangnya kenapa, ya?"
"Saya ingin melamar kerja di sini, boleh tidak, ya, Pak?"
"Waduh, Adeknya masih sekolah, ya?"
"Iya, Pak. Tapi saya ingin sekali bekerja untuk membantu ekonomi orang tua saya, Pak. Nanti setelah pulang sekolah, saya langsung kerja sampai jamnya selesai, Pak."
"Ya sudah kalau begitu, kamu bisa mulai kerja besok, ya."
"Alhamdulillah, terima kasih banyak, ya, Pak!"
Setelah selesai berbincang, Zaviera melangkahkan kakinya untuk pulang ke rumah. Di sepanjang perjalanan, Zaviera tak henti-hentinya mengucapkan syukur karena sudah mendapatkan pekerjaan.
•••
Tok tok tok!
Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Nadin. Ia melangkahkan kakinya untuk membuka pintu apartemen milik pria yang membantunya.
"Eh, lo ternyata," ucap Nadin sambil mempersilakan pria itu masuk.
Pria itu memperhatikan penampilan Nadin yang hanya mengenakan celana pendek di atas lutut dan baju crop top. Setelah itu, ia melangkah memasuki apartemen miliknya.