Garis Z

Nazwa Nadya
Chapter #9

08

Zaviera melangkahkan kakinya menuju kelas IPA 2, tidak jauh dari kelasnya yaitu IPA 1. Ia berjalan sambil menggenggam lap kecil berwarna biru.

Sekitar kelas sudah sepi karena saat ini memang jam istirahat.

Zaviera sudah sampai di kelas 12 IPA 2. Tanpa ba-bi-bu, Zaviera melangkahkan kakinya perlahan.

"Permisi," ucap Zaviera setelah memasuki kelas IPA 2.

Sunyi. Itulah keadaan kelas tersebut sekarang.

"Heh... mau apa lo kemari?" sewot Selly.

Selly dan Rara berada di kelas karena Selly sedang tidak mood untuk keluar, hingga akhirnya Rara hanya mengikutinya saja.

"Gue hari ini lagi enggak mood, jadi gue enggak ada nyuruh lo buat beliin makan!" sewot Selly.

"Aku ke sini enggak untuk belikan kamu makan," ucap Zaviera pelan.

"Terus mau apa lo ke sini?!" ucap Rara dengan tangan bersedekap di dada.

"Aku... aku mau mengembalikan ini," ucap Zaviera sambil menunjukkan lap kecil yang dipegangnya.

Melihat hal itu, Selly langsung membulatkan matanya dan melangkahkan kaki ke hadapan Zaviera.

"Ini punya Zayn! Oh, gue ingat, beberapa hari yang lalu Zayn ngasih lap miliknya ke lo, kan?" ucap Selly penuh penekanan.

"Iya."

"Wah, gimana bisa?" ujar Rara yang berada di samping Selly.

"Siniin itu!" ucap Selly sambil mengambil paksa lap yang ada di tangan Zaviera.

Zaviera tidak bisa membantah, ia hanya pasrah pada perlakuan Selly.

"Lo... jangan pernah sekali-kali caper ke Zayn!" ucap Selly penuh penekanan di setiap kalimatnya.

"Aku enggak ada niat begitu..."

"Lo dengar sekali lagi, Zayn cuma milik gue!" ucap Selly sambil menggenggam erat tangan Zaviera.

"Awwhh..." lirih Zaviera.

"Heyyoo, wassapp, gesss!" Suara cempreng yang berasal dari pintu itu membuat Selly melepaskan tangan Zaviera.

Suara itu berasal dari Kenzo.

Kenzo memasuki kelas yang disusul oleh Zayn dan Rafa.

"Eh, ada apa nih?" tanya Kenzo sambil menatap tiga gadis di hadapannya.

"Enggak usah ikut campur, lo!"

"Galak amat, Tante."

"Ngomong apa lo?" sewot Selly.

"Lo anak IPA 1, kan?" tanya Rafa kepada Zaviera.

"Iya."

"Aku ke sini mau mengembalikan lap kecil milik Zayn," ucap Zaviera.

Zayn yang mendengar namanya disebut mengalihkan pandangan, lalu kembali menundukkan pandangannya.

"Ya udah, mana lapnya?" Lain dengan Zayn, justru Rafa yang menyahut.

"Itu sama Selly," ucap Zaviera sambil menundukkan kepalanya.

"Kok bisa sama lo? Siniin!" ucap Rafa.

Selly pun memberikan lap itu kepada Rafa.

"Makasih ya, Zayn."

"Sama-sama."

Zaviera langsung kembali ke kelasnya karena sebentar lagi jam pelajaran akan dimulai kembali.

•••

Pukul 11.00 WIB, murid-murid di SMA Adiwangsa Nusantara sudah pulang. Karena hari ini adalah hari Jumat, mereka pulang lebih awal.

"Zayn, nanti kita kayak biasa, kan?" ucap Kenzo sambil merangkul bahu Zayn.

"Iya."

"Kayak biasa, selesai salat Jumat," sahut Rafa.

"Kita nyari makan dulu aja gimana? Baru ntar kita salat. Selesai itu baru kita ke tempatnya," saran Rafa.

"Boleh," ucap Zayn.

Mereka pun memasuki mobil Zayn. Kebetulan hari ini Kenzo dan Rafa tidak membawa kendaraan masing-masing, jadilah mereka menumpang di mobil Zayn.

Lihat selengkapnya