Suara azan Subuh berkumandang dengan jelasnya, membangunkan seluruh umat muslim untuk melaksanakan ibadah salat Subuh.
Seorang lelaki berkaos hitam dengan celana pendeknya bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Lima belas menit berlalu, Zayn keluar dari kamar mandinya, lalu mengambil sarung berwarna abu-abu dan baju koko warna hitamnya.
Setelah itu, ia melaksanakan salat dengan sangat khusyuk.
Selesai salat, Zayn langsung mengambil Al-Qur'an dan membacanya sembari bermurajaah.
Suaranya sangat indah dan merdu. Zayn bahkan sangat fasih dan jelas dalam membacakan setiap ayat Al-Qur'an.
•••
Gadis berbusana mukena putih itu sedang duduk di atas sajadah sambil menengadahkan kedua tangan ke atas untuk berdoa.
Setelahnya, ia pun bermurajaah agar hafalan Al-Qur'annya tidak hilang.
Tok tok tok!
Suara ketukan pintu kamar mengalihkan perhatian Zaviera. Ia pun segera melepas mukenanya dan meletakkannya kembali ke dalam lemari.
"Iya, sebentar," ucap Zaviera dari dalam kamarnya.
Zaviera membuka pintu kamar dan mendapati seorang wanita yang tak lain adalah Kinasih—ibunya.
"Ada apa, Bu?" tanya Zaviera.
"Nih, belanja sana kamu!" ucap Kinasih tanpa keramahan sambil menyerahkan lembaran uang berwarna hijau itu.
"Sekarang, Bu?" tanya Zaviera.
Pasalnya, ini masih pukul 05.30 WIB. Apa sudah ada warung yang buka jam segini?
"Ya iyalah! Sana kamu pergi!" ucap Kinasih.
"Iya, Bu."
Kinasih tak membalas lagi perkataan Zaviera. Ia beranjak untuk duduk di ruang tengah.
Dari arah kamar, seorang pria paruh baya keluar mengenakan sarung berwarna cokelat muda.
"Mau ke mana, Nak?" tanya Aris ketika melihat anaknya membawa rantang untuk tempat belanjaan.
"Mau belanja ke warung, Yah."
"Warung? Apa sudah ada yang buka?"
"Zaviera enggak tahu, Yah."
Aris pun mengalihkan pandangannya ke sang istri.
"Bu, Kamu yang nyuruh Zaviera belanja?" tanya Aris.
"Iya, memang kenapa?"