Di dalam kelas, pikiran Zayn sangat tidak fokus pada pelajarannya. Ucapan Aryan sangat mengusik pikirannya.
Zayn menatap buku tulis yang ada di mejanya dengan tatapan kosong sembari memainkan pulpen di tangannya.
Bertemu Aryan kembali mengingatkan Zayn pada suatu momen di mana ia selalu dihantui rasa bersalah—walaupun pada kenyataannya, dirinya sama sekali tidak bersalah dalam hal itu.
"Sstt, Zayn..." panggil Kenzo sedikit berbisik agar tidak ketahuan oleh guru di depan kelas.
Melihat tidak ada respons dari Zayn, Kenzo menggoyangkan bahu Zayn dari belakang.
Hal itu membuat Zayn tersadar dari lamunannya dan menoleh ke arah belakang, tepat di mana Kenzo duduk.