Garis Z

Nazwa Nadya
Chapter #17

16

Tak terasa, matahari sudah berganti dengan gelapnya langit malam yang ditemani terangnya rembulan.

Zayn duduk di sebuah kursi yang ada di balkon kamarnya, menikmati hembusan angin malam yang menyapa kulit.

Tadinya Zayn diajak oleh Kenzo dan Rafa untuk sekadar nongkrong, tetapi ia menolak entah apa alasannya.

Semenjak pertemuannya kemarin dengan Aryan, pikiran Zayn menjadi tak tenang. Ucapan Aryan selalu saja mengusik pikirannya.

Saat tengah bersantai, notifikasi ponsel Zayn berbunyi menandakan adanya pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal.

Unknown number.

"Lo sayang sama mereka ya?


Jangan sentuh mereka!

Saat Zayn mengirimkan pesan terakhirnya, nomornya sudah terlanjur diblokir oleh nomor tak dikenal itu. Namun, Zayn sudah tahu siapa pemilik nomor tersebut. Ya, Aryan.

Setelah melihat pesan sekaligus foto yang dikirimkan oleh Aryan—yang memperlihatkan empat orang anak kecil, yaitu Bimo, Lili, Satria, dan Lisa—pikiran Zayn semakin tidak tenang. Ia langsung terburu-buru masuk ke dalam kamar dan mengambil jaket kulit hitam yang selalu setia menemaninya.

Zayn bergegas turun dari kamar hingga menghiraukan keberadaan bunda dan ayahnya.

"Mau ke mana, Zayn? Kok buru-buru?" tanya ayahnya.

"Keluar sebentar, Yah," sahut Zayn sambil memakai jaketnya.

"Hati-hati, ini sudah malam," peringat bundanya.

"Iya, Bun."

Zayn langsung menaiki motornya dengan kecepatan tinggi. Suasana malam yang sepi membuat Zayn leluasa berkendara karena jam sudah menunjukkan pukul 22.30.

•••

Dua puluh menit kemudian, Zayn akhirnya sampai di tempat keberadaan anak-anak yang sering didatanginya bersama kedua temannya.

Zayn turun dari motor dan mencari keberadaan anak-anak itu sambil berteriak memanggil nama mereka.

"Bimooo!"

"Liliii!"

"Lisaaa!"

"Satriaaa!"

Dua menit berlalu, tidak ada sahutan dari mereka. Zayn duduk di pinggir jalan yang sepi itu, ditemani pendar cahaya remang-remang dari lampu jalanan.

"Hahaha, sepenting itu, ya, mereka buat lo?" ucap seorang pria yang tiba-tiba berdiri di belakangnya. Pria itu tak lain adalah Aryan.

"Mana mereka?" tanya Zayn tanpa basa-basi.

"Eh, santai dulu, dong. Mereka ada, kok," ucap Aryan sambil bersedekap dada disertai gaya angkuhnya.

Lihat selengkapnya