Garis Z

Nazwa Nadya
Chapter #18

Chapter tanpa judul #18

Sepulang sekolah, Zayn mengajak kedua teman nya untuk singgah sebentar ke sebuah cafe, ada sesuatu yang dirinya sampaikan kepada kedua teman nya mengenai Bimo dan yang lain nya.


"Tumben amat lo Zayn ngajak kita ke cafe gini pulang sekolah" ujar Rafa sambil menarik sebuah kursi.


"Iyah, ada apaan nih, tumben tumbenan" sahut Kenzo.


Zayn menatap kedua teman nya bergantian, lalu menarik napas perlahan.


"Gue mau mindahan anak anak ke panti asuhan" ucap Zayn dengan tatapan meyakinkan.


Kenzo menatap sejenak kearah Rafa lalu berujar.


"Yaa kan kita udah pernah nyoba buat nyuruh mereka tinggal disana, tapi mereka gak pernah mau" ucap Kenzo.


"Iyah, emang nya kenapa kok lo tiba tiba mau mindahin anak anak ke panti asuhan?" Tanya Rafa.


Zayn diam sejenak memikirkan jawaban apa yang cocok untuk menjawab pertanyaan dari teman nya ini. Zayn mengambil sebuah minuman lalu menegak nya sekali.


"Gapapa, gue rasa mereka lebih aman aja disana".


"Yaudah kita mah ngikut aja ya kan fa" ucap Kenzo.


"Iyah"


"Rencananya kapan lo mau bawak anak anak pindah kesana?" Tanya Rafa.


"Ntar sore, gue mau siap siap dulu, gue balik, ntar gue hubungin kalian"


Setelah mengatakan itu, Zayn langsung meninggalkan kedua teman nya dan keluar dari cafe tersebut.


Saat dirinya hendak menaiki motornya, dari sebrang jalan terlihat seorang pria menduduki sepeda motornya sambil melihat kearah Zayn.


Zayn melihat kearah sebrang jalan, dan mereka pun bertatapan. Aryan?


"Mau apalagi dia nya?" Batin Zayn.


Aryan yang di tatap oleh Zayn hanya menyunggingkan senyum nya lalu melakukan motonya.


Tak ingin mengambil pusing, Zayn langsung segera bergegas kembali kerumah nya.


•••


"Halo adik adikk" sapa Zaviera kepada empat orang anak kecil itu yang tak lain adalah Bimo dan teman teman nya.


"Halo kakak cantikkk" sahut mereka.


"Kalian apa kabar?" Tanya Zaviera sambil menunduk mensejajarkan tingginya terhadap empat orang anak itu.


"Kita baik kak, kakak apa kabar, kita kangen tau" ucap lili sambil mengerucutkan bibirnya.


"Kakak juga baik, Kakak juga kangen sama kalian, sini peluk kakak" ujarnya sambil memeluk anak anak itu.


"Oiyah kayaknya kakak bakalan jarang banget kesini nya"


"Kenapa gitu kak"


"Kakak kan udah mau tamat sekolah, jadi kakak harus belajar, terus Kakak juga kerja, tapi kakak usahain buat bakalan temuin kalian juga kok"


"Yahhh pasti kita bakalan kangen banget"


"Iyah, kakak jangan lupain kita yaa"


"Kakak gak bakal lupain kalian, kalian kan adik adik kakak" ucap nya sambil tersenyum dibalik cadar.


"Yaudah kakak mau balik ya sebentar lagi kakak masuk kerja, kalian hati hati yaa"


"Iyah kak"


Zaviera pun meninggalkan Bimo dan yang lainnya, lalu berjalan sambil mencari angkutan umum untuk menuju ketempat kerjanya.


Lihat selengkapnya