Garis Z

Nazwa Nadya
Chapter #19

Chapter tanpa judul #19

"Gimana dok keadaan adik saya" tanya Zayn saat seorang dokter keluar dari ruangan.


Dokter tersebut pun menghela napas sejenak lalu—


"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun Allah berkehendak lain" jawab dokter tersebut dengan wajah sedihnya.


"Sus, tolong urus jenazah nya ya" perintah dokter itu kepada seorang perawat wanita.


Setelah mengatakan itu, dokter itu langsung pergi dari hadapan mereka.


Zayn dan yang lainnya bak disambar petir saat mendengar penuturan dari dokter tersebut.


"Enggak, gak mungkin" ucap Zayn sambil duduk dilantai memegangi kepala nya frustasi.


Kenzo dan Rafa sama sedih nya dengan Zayn, Bimo dan yang lain nya sudah mereka anggap seperti adik mereka sendiri.


Tangis mereka pecah disertai tangis ketiga orang anak kecil tersebut.


"Enggak, Bimo gak boleh meninggal, Bimo gak boleh ninggalin kita" ucap Lisa sambil menangis.


Melihat raut sedih Lisa, Kenzo langsung memeluk anak kecil itu.


"Sabar ya dek, kita juga sedih, kita juga kehilangan Bimo"


"Lili, satria, sini sama bunda" ajak bunda untuk dipeluknya.


Lili dan satria pun menghampirinya dan langsung memeluk dirinya.


"Ini semua karena orang itu" ucap satria didalam pelukan Clarissa.


"Orang itu? Maksud kamu?" Tanya Clarissa.


"Maksud kamu apa satria, orang itu apa?" Tanya Zayn.


"Iyah kak, tadi kita lagi main main sama Bimo, terus Bimo lari ketengah jalan buat ngambil kayu, padahal posisi jalanan sepi, tiba tiba ada mobil yang balap aja terus nabrak Bimo" jelas Lisa.


"Mobil?"


"Iyah kak mobilnya warna hitam"


•••


Setelah jenazah Bimo sudah selesai dibersihkan di rumah sakit, mereka membawa Bimo kerumah Zayn, lalu mengebumikan nya.


Zayn menuruni mobilnya, dan di ikuti dengan yang lain, Rafa sudah memasuki rumah Zayn sambil membawa jenazah Bimo.


Pihak rumah sakit sudah menyarankan untuk membawa Bimo dengan mobil ambulance, tapi Zayn menolaknya.


Lihat selengkapnya