Garis Z

Nazwa Nadya
Chapter #23

22

Malam harinya, Zaviera masih terus terbayang-bayang oleh ucapan Zayn. Sebenarnya apa yang ingin disampaikannya?

Beberapa hari belakangan ini juga, hatinya selalu tertuju kepada Zayn. Ada apa ini?

"Astaghfirullahal'adzim, ya Allah... maafkan hamba," gumam Zaviera.

Tak ingin terus-menerus memikirkan Zayn, Zaviera langsung merebahkan badannya dan berusaha untuk tidur.

•••

Zayn menatap buku yang terbuka di hadapannya. Ia sudah tidak lagi belajar ataupun membaca. Pikiran dan benaknya melayang jauh menembus masa depan.

Setelah lulus sekolah nanti, ia harus pergi ke luar negeri untuk melanjutkan kuliah. Namun, hati dan pikirannya seakan tidak rela jika harus meninggalkan Zaviera di sini.

"Ya Allah, berilah hamba petunjuk jika memang dia adalah tujuan hamba di dunia ini," gumam Zayn.

Zayn mengembuskan napasnya perlahan, lalu mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan.

Lihat selengkapnya