“Nah, mereka itu pasangan kekasih dan begitulah cara mereka berpacaran. Setiap malam minggu selalu mengajak pacarnya untuk jalan ke luar,” tutur Bu Dola, Ryan hanya tersenyum malu karena ia sempat menjawab sudah punya pacar saat Bu Dola bertanya di ruang kelas, ternyata ia sendiri memang tak mengerti tentang pacaran yang lazim dilakukan seusianya di kota itu.
Sambil menikmati menu yang tersedia di meja, Bu Dola mengenggam jemari tangan Ryan, ada kesejukan terasa di hati pria yang masih duduk di bangku SMEA kelas 1 itu, sentuhan tangan wanita yang jauh terpaut usia dengannya itu pun, memberikan getaran yang aneh dan untuk pertama kalinya pula ia merespon genggaman jemari Gurunya itu dengan penuh kasih.
Ryan bahkan lupa saat itu tengah bersama seorang wanita yang selama satu catur wulan mengajarnya bidang studi bisnis dan hukum perdata dagang di kelas, melihat dari penampilannya jangan kan orang-orang yang berada di sekitar, Ryan pun takan pernah tahu jika Gurunya yang berwajah cantik itu telah berusia 35 tahun.
“Ryan,” sapa lembut Bu Dola, Ryan yang saat itu tengah memandang lekat ke wajah Gurunya itu tersentak kaget.
“Ya Tante, ada apa?” tanya Ryan agak tergagap.
“Kenapa kamu memandangku seperti itu?” tanya Bu Dola diiringi senyumannya.
“Maaf Tante, jujur saja Tante sangat cantik.” puji Ryan sekenanya, ia menyampaikan apa adanya yang tersirat di hatinya saat itu.
“Apakah kamu mencintaiku?” tanya Bu Dola lagi dengan sorot mata yang sayu.
“Entahlah, Tante. Aku sendiri nggak tahu rasa apa yang hadir di hatiku saat ini, yang pasti begitu melihat wajah dan berada di dekat Tante ada kesejukan serta kenyaman yang aku rasakan,” jawab Ryan jujur.
“Hemmm... Aku pun bahagia berada di dekatmu, Ryan. Kamu bukan saja tampan, tapi kamu juga memiliki kharisma yang membuatku menaruh rasa sayang padamu, aku menyadari semua ini hal gila dan juga terlarang untuk aku lakukan sebagai seorang wanita yang telah bersuami. Namun aku pun tak bisa membohongi hati kecilku, kalau aku memang menyanyangimu,” ungkap Bu Dola begitu lembut dan tulus.
“Ya Tante, aku juga merasakan kasih sayang yang Tante berikan. Terlepas akibat sensasi yang pernah terjadi di gudang bekas perpustakaan sekolah itu, saat aku di kos tak jarang aku ingat dan merindukan Tante. Aku nggak tahu apakah ini yang dinamakan cinta?” tutur Ryan.