Gejolak Masa Lajang

Andy Lorenza
Chapter #14

di dalam Bioskop

“Eh, aku sampai lupa malah ngemil sendiri. Nih ambilah!” Lani memberi sebungkus besar jajajan berupa kacang goreng, serta sebotol air mineral yang ia keluarkan dari bungkusan kresek. Ryan pun menerima uluran jajanan itu lalu ikut serta ngemil sambil menonton.

“Filmnya bagus ya, Ryan? Ceritanya itu loh, ada sedih-sedih campur romantis.” sambung Lani.

“Iya, aku baru kali ini menonton film dibioskop.” ujar Ryan.

“Jadi kamu nggak pernah nonton film layar lebar seperti ini?”

“Pernah, tapi bukan layar lebar di dalam ruangan melainkan layar lebar yang ditancapin di tengah-tengah lapangan bola di desaku. He.. He.. He..!” jawab Ryan diiringi tawanya.

“Oh, yang diputar gratis itu ya?” tanya Lani sembari tersenyum.

“Iya, yang pas waktu jedanya menjelang diputar rol ke 2 yang punya film jualan rokok dulu dengan undian-undian hadiah.” jawab Ryan, kali ini Lani pun ikut tertawa mendengarnya.

“Emangnya yang mutar film di lapangan itu dari perusahaan rokok, ya?”

“Nggak semua sih, tapi kebanyakan memang dari perusahaan rokok yang lagi promosikan rokok mereka. Ada juga dari pihak lain yang mencari keuntungan dengan menjual kacang atom diselingi kupon hadiah,” jawab Ryan lagi.

“Oh begitu, film apa aja yang sering diputar di lapangan itu?”

“Yang sering sih film-film laga, film pendekar-pendekar gitulah.”

“Di desa kamu pasti punya pacar ya, Ryan? Diajak nonton bareng saat ada film layar tancap,” tuding Lani.

Lihat selengkapnya