Gejolak Masa Lajang

Andy Lorenza
Chapter #15

Ketulusan Lani

“Nggak ada apa-apa,” ujar Ryan.

“Lalu kenapa berhenti?”

“Aku rasa kita udah bertindak terlalu jauh, buat aku sih nggk akan jadi masalah tapi buat kamu nantinya bisa jadi masalah besar yang tentu akan menjadi sebuah penyesalan,” jawab Ryan menahan semua hasrat yang tadi sulit ia bendung, Lani kembali duduk di tempat duduknya semula.

“Aku nggak akan pernah menyesal, Ryan. Semuanya akan aku serahkan pada orang yang aku kasihi,” ungkap Lani begitu tulusnya.

“Aku mengerti dengan perasaanmu, tapi jika hubungan ini suatu saat nggak berlanjut kamu akan menyesal dan memusuhiku selamanya,” tutur Ryan.

“Hemmm... Jika aku udah siap untuk menjalin hubungan denganmu, berarti aku musti siap juga menerima apapun itu resikonya. Yang terpenting bagiku saat ini kamu mengetahui dan merasakan tentang semua yang ada di hatiku padamu, meskipun suatu saat aku akan merasa sakit jika kamu tinggalkan aku nggak perduli. Justru aku akan lebih sakit jika kamu nggak pernah mau tahu akan perasaanku saat ini,” ujar Lani, Ryan tak dapat berkata-kata lagi, hatinya cukup tersentuh dengan semua yang diucapkan Lani barusan.

Ryan meraih kepala gadis itu agar bersandar di bahunya, belaian lembut pun mendarat di rambut indah Lani yang panjang tergerai. Sampai detik itu pun Ryan tak jua faham akan perasaan yang ia rasakan, apakah dia mencintai Lani? Atau perasaan kasih itu hanya muncul sesaat saja? Yang pasti saat itu ia merasakan, betapa tulusnya hati Lani pada dirinya.

Untuk beberapa saat tak ada kata yang terucap di bibir mereka, mata mereka tertuju pada layar lebar yang tengah memutarkan film percintaan, tak lama lampu studio kembali menyala pertanda film itu telah berakhir, Ryan dan Lani pun segera bangkit dari duduknya, mereka kemudian melangkah ke luar dari studio 1 bioskop R itu.

“Makasih ya, Ryan. Kamu udah mau nemenin aku nonton?” ucap Lani yang begitu cerianya sambil menggandeng tangannya ke tangan pria tampan yang berjalan di sampingnya itu.

“Ya Lani, aku juga berterima kasih. Karena untuk pertama kalinya aku merasakan asyiknya nonton di gedung bioskop,” ucap Ryan pula.

“Minggu depan kita nonton lagi, yuk?!” ajak Lani dengan sikap manjanya.

“Hemmm... Aku nggak bisa janji, namun jika situasinya memungkinkan aku akan temani kamu minggu depan.” ujar Ryan diiringi senyumnya, Lani pun balas tersenyum.

“Aku antar kamu pulang ya, Ryan?” tawar Lani yang saat itu memang datang ke bioskop R itu diantarkan supir keluarganya, mobil sedan milik keluarganya itu telah berada di halaman parkir bioskop. Tadinya setelah Lani diantar, mobil sedan itu kembali ke rumah untuk keperluan lainnya dan akan tiba menjemput Lani kembali setelah 2 jam kemudian.

Lihat selengkapnya