Gema Terakhir di Lantai Rumah

Sy. Ghina Alifatunnisa
Chapter #1

RUMAH YANG MENYIMPAN GEMA

“setiap orang memang tidak pernah memilih dari mana ia berasal. Tetapi kenapa diantara banyaknya insan di dunia ini harus aku yang merasakan”

gadis kecil itu Anala Valeria.

Semua orang memanggilnya Nala. Ia adalah anak pertama. Dan untuk beberapa tahun pertama dalam hidupnya, ia adalah satu-satunya pusat semesta di rumah kecil itu. Rumahnya tidak megah. Cat dindingnya biru pucat yang mulai mengelupas di beberapa sudut. Di depan rumahnya ada halaman kecil dengan satu pohon jambu yang buahnya jarang manis. Tapi bagi Nala kecil, rumah itu adalah istana. Karena di dalamnya ada dua orang yang ia yakini paling mencintainya di dunia,

Ibu dan Ayah.

Setiap sore, Nala punya kebiasaan yang tak pernah berubah. Ia duduk di anak tangga teras, dagunya bertumpu di kedua lutut, menunggu suara motor ayahnya masuk ke gang kecil rumah mereka. Ia hafal betul bunyi motor ayah. Bahkan sebelum motor itu benar-benar berhenti, Nala sudah berdiri. Begitu ayah membuka pagar, ia akan berlari. Kadang ia pura-pura sembunyi di balik pintu, dan ayah pura-pura mencari.

“Lho, Putri Ayah ke mana ya?” suara ayahnya dibuat dramatis. Nala menahan tawanya, beberapa detik kemudian, ayah akan menariknya ke dalam pelukan.

“Baa..Ayah tahu kamu di sini.” Dan Nala pun tertawa riang

Selain ayah yang baik, Nala juga ada ibu yang sangat baik dimatanya, ibu yang hebat. Ibu selalu memanggilnya “manja ibu”.

Saat ibu membuat bubur Nala di dapur, Nala duduk di lantai sambil menggambar dengan krayon pendek yang sudah patah-patah itu. Ia menggambar keluarga kecilnya. dirinya di tengah, ibu di kiri, ayah di kanan. Semuanya tersenyum lebar. Kadang ibu akan mengelus rambutnya dan berkata,

“Anak ibu nanti jadi anak pintar dan baik ya.” Nala mengangguk penuh percaya diri, walau belum benar-benar tahu arti pintar itu seperti apa. Yang ia tahu, ia ingin selalu tertawa bersama mereka. Ayah dan ibu Adalah seseorang yang pekerja keras. Itu yang ia sering dengar. Nala belum mengerti soal uang. Ia hanya tahu setiap kali ia meminta sesuatu, ayah dan ibu berusaha memberikannya.

Lihat selengkapnya