Genderuwo Cyber

Kinanthi (Nanik W)
Chapter #12

Bab 12


Bara tetap berdiri tegak di tengah kamar kos yang pengap itu. Bau busuk yang meledak dari sudut lemari tidak membuat pertahanan mentalnya goyah sedikit pun.Dengan gerakan tenang yang sangat metodis, Bara merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan sebuah alat genggam kecil digital—sebuah Electromagnetic Field (EMF) Meter tingkat industri yang biasa ia gunakan untuk riset perangkat keras.

Alat itu langsung mengeluarkan bunyi secara melengking yang konstan. Jarum indikator di layarnya melonjak drastis hingga ke zona merah, mendeteksi lonjakan radiasi elektromagnetik hingga angka 75 mG (milliGauss).

"Lihat ini, Revo," kata Bara, mengarahkan layar alat itu ke depan wajah keponakannya yang pucat.

"Secara fisika, apa yang kamu sebut sebagai 'kehadiran hantu' di sudut sana hanyalah konsentrasi radiasi gelombang mikro non-onisasi. Otak manusia memiliki medan listrik sendiri. Ketika entitas energi seperti Ki Karep memancarkan gelombang berfrekuensi rendah secara konstan ke arahmu, lobus temporal otakmu terinduksi. Efek klinisnya adalah halusinasi visual, rasa merinding, dan paranoia ekstrem. Ini murni distorsi medan fisika, bukan keajaiban mistik yang harus ditakuti. "

Revo menatap angka digital yang berkedip-kedip itu. Penjelasan logis sang paman perlahan-lahan bertindak bagai seember air dingin yang menyiram kepanikan di kepalanya.

Rasa takut yang tadinya menggunung, perlahan terkikis oleh rasionalitas ilmiah.

"Tapi Om... bau busuk ini? Dan... dan bayangan itu seperti bergerak mendekat!" suara Revo masih bergetar, kedua tangannya yang gemetar mencengkeram pinggiran kasur.

"Bau ini adalah emisi gas dari ionisasi udara yang tertekan oleh radiasi energinya. Dan bayangan itu bergerak hanya karena otakmu memproses kecemasan menjadi distorsi visual,"

Bara membalikkan tubuhnya, kini menghadap langsung ke arah sudut tergelap di samping lemari pakaian. Tatapan yang dingin, menusuk, dan kosong sebagai bentuk penolakan total untuk menganggap Ki Slamet sebagai makhluk yang layak diajak berkomunikasi.

Bara menarik napas dalam-dalam. Di dalam hatinya, ia mengaktifkan frekuensi spiritual tertinggi yang ia warisi dari jalur batin murid-murid Sunan Kalijaga: Zikir Sirr, zikir rahasia di dalam inti sel batin tanpa menggerakkan lidah. Ini adalah metode pembersihan jiwa " Tazkiyatun Nafs" yang sinkron dengan getaran energi kosmos ciptaan Tuhan.

Pada saat yang sama, Bara melafalkan ayat pemutus ilusi dengan suara bariton dan berwibawa, mengutip Surat Al-Anbiya ayat 18 "Sebenarnya Kami melemparkan hak (kebenaran) kepada yang batil (kebohongan) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika yang batil itu lenyap. "

Seketika itu juga, bunyi melengking dari EMF meter di tangan Bara tiba-tiba turun drastis. Jarum digitalnya merosot kembali ke angka normal 1,2 mG.

Bersamaan dengan itu, suhu ruangan yang tadinya pengap dan panas mendadak turun menjadi sejuk. Bau busuk got yang mencekik leher menguap dalam hitungan detik, digantikan oleh aliran udara segar yang masuk dari celah ventilasi jendela.

Lihat selengkapnya