Hari ini Orientasi Kehidupan Kampus baru saja dimulai Aku tergabung dalam regu FBS (Fakultas Bahasa dan Seni) berjejer dengan fakultas-fakultas lainnya di lembaga. Ada ribuan mahasiswa yang berbeda jurusan denganku memakai seragam putih-hitam khas mahasiswa baru. Jam 6 pagi Aku dikumpulkan dilapangan kampus tengah sementara mahasiswa baru lainnya yang terlambat dibentak dan diturus sebagai pelanggaran ringan. Senior lainnya sibuk mengumpulkan tugas-tugas OKK ada tugas tulis yang berhalam-halaman lalu tugas makanan dan minuman.
Aku salah mengerjakan beberapa tugas yang diberikan BEM waktu itu. Aku diturus pelanggaran ringan begitu juga dalam reguku banyak yang salah mengerjakan entah itu benar-benar salah atau dicari kesalahannya. Berjemur di terik matahari Singaraja bukan perkara yang mudah panasnya menyengat sampai ke ubun-ubun. Banyak yang mengeluh dengan keadaan itu hingga akhirnya istirahat siang diberikan oleh kakak senior.
Dilapangan kampus tengah di bawah rindangnya pohon palem Aku berteduh. Aku juga berkenalan dengan teman-teman yang lainnnya. Teman pertama yang kukenal adalah I wayan Gio Saputra alias Bombom. Dia sejurusan denganku darinya Aku dikenalkan laki-laki lainnya yang juga sejurusan ada I Wayan Segah Bimantara alias Segah, Ikadek Jaya Adi Saputra alias Jay, I Komang Alit Permana alias Alit, Agung Antara alias Agung dan terakhir Edi Yudianto alias Edi. Mereka berenam adalah laki-laki yang kebetulan satu regu denganku yang nantinya juga akan menjadi teman satu kelasku. Yang paling sering mengumpat ketika OKK adalah Bombom. Tidak tahu kenapa dia begitu sepertinya sifat bandel ketika SMA masih dibawa-bawa. Dia beberapa kali kena hukuman karena tugas salah, tidak rapi dan datang terlambat. Bombom tidak takut kalau dirinya tidak lulus OKK prinsipnya jalani, syukuri dan lupakan.
Kalau Segah, Jay, Agung dan Edi masih tetap mengikuti alur yang ditentukan. Mereka tertib sebagaimana mahasiswa baru (maba) tetapi Alit orangnya gampang cemas. Sebelum mengumpul tugas berkali-kali di cek baginya tugas adalah sebuah kehormatan sedangkan bagi kami tugas adalah kerjaan yang menyusahkan.
Hingga beberapa hari mengikuti OKK kami sudah akrab. Kami sudah sering berkumpul untuk mengerjakan tugas-tugas di kostnya Segah. Tapi kami banyak mengobrolkan hal-hal yang tidak berkaitan dengan tugas kalau lelaki sudah kumpul begitu obrolannya lebih banyak tentang perempuan. Bombom menceritakan tentang Dewi perempuan yang akan satu kelas dengan kami menurutnya Dewi cantik dan proporsial. Jay juga berkata demikian bahkan dia sudah berencana berkenalan dengan Dewi. Segah, Alit, Agung dan Edi juga sudah membuat akal bulusnya agar dapat menarik perhatiannya. Begitulah mereka momen OKK ini dipakai ajang untuk melirik banyak perempuan cantik. Aku mendengarkan saja apa yang mereka bicarakan tidak berencana untuk berkenalan dengan Dewi sebagaimana teman-temanku.
Benar saja esoknya ketika OKK mereka mencari-cari kesempatan untuk berkenalan dengan Dewi. Bombom berkenalan ketika dalam satu barisan dengannya. Jay, Segah dan Alit berkenalan ketika istirahat lalu Agung dan Edi ketika pulang OKK. Dari mereka samua yang paling ingin mengenal Dewi adalah Bombom. Dari perilakunya saja sudah keliatan dia sering cari perhatian dihadapannya. Berlanjut hingga ospek di Fakultas teman-temanku ini masih tetap mencari wanita cantik. Kata Bombom hidup di rantau tidak enak jika tidak punya pacar satu kampus.
Ospek di Fakultas pesertanya lebih mengerucut lagi sudah tentu mereka-mereka inilah akan sering kami lihat. Saat itu juga kami akui bahwa jurusan dengan kategori banyak perempuan cantiknya adalah Jurusan Bahasa Inggris. Wajahnya cantik-cantik khas mahasiswi gemes dan sudah pasti jadi incaran banyak lelaki pada ospek fakultas. Teman-temanku pada hari itu berkomitmen untuk punya pacar jurusan Bahasa Inggris. Sementara Dewi yang semula menjadi incaran mereka dilupakannya begitu saja alasannya tiba-tiba karena Dewi satu kelas maka lebih baik dijadikan sahabat saja. Alasannya memang masuk akal tetapi menjadi meragukan ketika banyak perempuan cantik yang mereka lihat.
Salah satu target perempuan cantik telah Bombom temui namanya Lisa. Lisa anak kelas kelas G Jurusan Bahasa Inggris. Lisa dari Denpasar dan kost di Sambangan Gang Melon. Lisa masih polos katanya dia baru pertama kali merantau. Bombom tahu info Lisa dari temannya yang kebetulan satu kelas dengannya. Singkat cerita Bombom dikenalkan oleh temannya itu dengan Lisa kontak WA sudah dimiliki setiap pagi ia rajin memberi salam pada Lisa. Salam itu bukan sekadar ucapan selamat pagi saja kadang puisi kadang pantun namanya juga anak sastra biasanya pintar gombal dan merayu.
Memang tidak perlu diragukan lagi kemampuan Bombom untuk mengintai perempuan. Aku yakin sebenarnya dia berbakat menjadi inteligen membantu Negara ini memberantas kelompok-kelompok radikal tapi baginya perempuan tetap menggairahkan hidupnya. Teman-teman yang lain juga mengakui kehebatan Bombom mendekati perempuan. Temanku Jay juga jangan diragukan pesonanya memikat perempuan. Dia bekerja dalam senyap tapi tiba-tiba sudah punya gebetan kecuali Alit dia terlalu pakai perasaan tidak heran dia sering kami buli dalam urusan patah hati padahal masih fase pendekatan. Bagi teman-temanku jelas ospek ini menjadi ajang pencarian pacar entah kenapa mereka tiba-tiba menyandang status jomblo disini. Kecuali Bombom terang-terangan mengatakan bahwa sudah punya pacar di kampung tapi hasratnya untuk mencari yang kedua atau ketiga tidak usah diragukan lagi.
Jujur saja meskipun teman-temanku merayuku untuk mencari selingan hati berkali-kali kutolak! Aku menjaga perasaan Dea pacarku meskipun Dea tidak akan tahu Aku bermain hati disini tetapi perasaanku tidak bisa membohonginya. Kata Bombom sudah ada satu perempuan dari jurusan Bahasa Inggris yang tertarik padaku entah itu benar atau tidak yang pasti aku tidak mempedulikannya. Sebagai lelaki yang punya komitmen Aku tidak bermain hati dengan perempuan manapun di Singaraja. Aku hanya melihat saja perempuan-perempuan itu kalau soal cantik ya memang benar perempuan di Jurusan Bahasa Inggris itu cantik-cantik tapi lebih cantik dan menawan pacarku Dea Andriyanti.