Kuliah perdanaku berlangsung hari ini. Deretan kursi depan dipenuhi oleh teman-teman yang perempuan sedangkan deretan belakang sudah pasti diisi oleh laki-laki. Diawali dari perkenalan dosen kepada mahasiswa lalu mahasiswa kepada dosen. Mahasiswa secara bergilir memperkenalkan nama, alamat dan hobinya. Hal ini menjadi seru ketika perkenalan itu diawali dari yang perempuan satu persatu mereka berdiri dan masih malu-malu. Yang menjadi fokus kaum lelaki dibelakang sudah pasti lain-lain saja, mulai dari membecandai mereka hingga celetukan-celetukan humor. Terutama Bombom yang menyeletuk soal dimana mereka ngekost dan berstatus jomblo atau sudah punya pacar. Itu dirasa perlu diketahui agar kedepannya kaum laki-laki benar mengambil sikap.
Rata-rata yang perempuan sudah punya pacar tapi pacarnya berada di daerahnya masing-masing entah bagi teman-temanku itu kesempatan atau tidak yang pasti ekspresi wajah mereka senang mendengar hal itu. Sudah kutebak pasti pikiran teman-temanku sudah terbawa hingga kemana-mana. Tidak kalah dengan Bombom perlahan pergerakan Jay mendekati Dewi menemui titik terang. Dewi katanya sudah tertarik dengan Jay perhatiannya setiap hari membuat Dewi mabuk kepayang tapi ketika ditanya kapan Jay akan menyatakan cintanya ke Dewi ia bilang nanti-nanti saja. Sedangkan Bombom mencurahkan segenap perasaannya untuk Lisa anak Bahasa Inggris yang ia kenal saat ospek kemarin. Pergerakan teman-temanku mengincar perempuan sangat dinamis sekali mereka banyak bergerak dalam diam, mencurahkan perhatiannya kepada perempuan yang belum tentu akan menjadi miliknya tapi kuacungkan jempol untuk pengorbanannya memenangkan hati perempuan yang ia dekati. Panjang umur pejuang cinta di Kota Singaraja.
Pertemuan awal dengan semua dosen pengampu mata kuliah selesai dalam seminggu. Selama itu pula kontrak kuliah telah kami sepakati masing-msing mata kuliah sudah memberikan kami tugas. Ilmu tunda-menunda seperti di bangku SMA tidak berguna diperkuliahan ini, baru kusadari semakin menunda semakin sering begadang mengerjakan tugas. Meskipun kami mengenal SKS (Sistem Kebut Semalam) tetapi Aku tidak biasa begadang hanya karena mengerjakan tugas saja.
Meskipun kami sering nongkrong tidak jelas dikampus sebisa mungkin tidak lupa mengerjakan tugas. Kami ke perpustakaan bersama-sama mencari sumber-sumber buku terkait materi yang kami dapatkan. Perlahan kami menjadi akrab dengan perpustakaan meminjam buku hingga tiga sampai lima judul untuk keperluan tugas dan untuk kami baca-baca di kost. Aku dan teman-teman merasakan mulai tumbuh pemikiran-pemikiran kritis dan idealis. Aku mulai tertarik membaca esai, kumpulan opini dan karya sastra. Setiap hari semakin diperkenalkannya kami disiplin ilmu kebahasaan seperti Sintaksis, Morfologi, fonologi dan sebagainya. Mau tidak mau Aku harus menjadi akrab dengan pembelajaran itu sebab mengikuti alur perkuliahan baru sampai kepada ilmu-ilmu yang dipermukaan saja selebihnya cari tahu sendiri.
Makalah menjadi barang wajib yang harus dikerjakan bersama tetapi dalam praktiknya hanya dikerjakan oleh yang perempuan saja. Aku paling hanya menjadi moderator yang memandu jalannya presentasi, Itu jika Aku mendapatkan kelompok perempuan yang kalem tapi jika dengan perempuan yang idealis Aku pasti disuruhnya membuat isi makalah itu. Mau tidak mau harus menguasai materi dan menjawab pertanyaan teman-teman ketika presentasi. Presentasi menjadi hal mengerikan ketika sesi diskusi. Pertanyaan dari dosen selalu kritis dan membuat berpikir berkali-kali jenis pertanyaannya selalu terkait pemahaman tentang landasan teori sedangkan Aku keseringan sampai pada fase permukaannya saja. Belum lagi pertanyaan dari Bombom, Jay dan Alit yang mesti kujawab satu persatu. Kadang menurutku sudah kujawab dengan tepat tetapi mereka belum puas dengan jawabanku terjadilah debat yang kami pun tidak benar-benar tahu apa yang kami perdebatkan. Diakhir presentasi dosenlah yang meluruskan segala hal itu.