GENTA 2018

Rayasa Kherta
Chapter #10

BAKSOS

Singaraja pagi ini begitu bergelora semangatku begitu bergairah merayakan hidup ini. Aku yakin energi positif ini diberikan oleh Dea melalui pertemuan kemarin. Hari ini kumerasa begitu siap menerima perkuliahan lagi. Aku merasa akan bisa menjawab semua pertanyaan teman-teman ketika presentasi nanti. Bahkan ketika dosen menguji argumenku dengan pertanyaan yang kritis sekalipun Aku akan langsung jawab dan yakin itu pasti benar.

           Presentasi ini berjalan lancar sesuai harapan. Aku diberikan tepuk tangan oleh teman dan dosen. Kuanggap itu pujian sebab selain berkat Dea memang Aku sempatkan diri untuk belajar. Jadi peran cinta dalam kelas ini memberi keyakinan sedangkan peran belajar membuat berpikir logis. Kedua hal ini berkolaborasi membuat semacam energi yang baik buat mengawali hari ini. Setelah kelas selesai tongkrongan di warung Bu Anggi pun Aku yang mendominasi topiknya. Bombom mengakui argumenku tidak bisa dipatahkannya begitu juga teman-teman yang lainnya.

Mereka bertanya kepadaku apa resepnya bisa begitu tenang menjawab semua pertanyaan tadi termasuk pertanyaaan dosen yang terkenal killer itu. Aku bilang ke mereka resepnya cuma satu yaitu bertemu pacar dan merayakan kerinduan. Sebab hanya dengan begitu segala rutinitas yang semulanya cemas akan menjadi lebih baik. Tapi setelah kubilang begitu adanya pada Bombom dan mereka semua dianggapnya Aku hanya pamer punya pacar. Sedangkan mereka yang tidak punya pacar seperti Alit protes tidak menerima pendapatku itu. Ya wajar saja, orang jomblo memang idealis dan keras kepala sebab itu penting untuk menarik perhatian lawan jenis. Intinya memang benar bahwa pertemuan kemarin dengan Dea membuat diriku lebih baik.

           Pada lembar kesekian ini, ingin kukisahkan tentang banyak hal tentang Aku dan sahabatku di Singaraja. Persahabatanku sangat erat dengan Alit, Bombom, Jaya, Agung, Segah dan Edi. Setiap saat kami menghabiskan waktu bersama. Dalam hal akademis mereka rekan berdebat paling asik, dalam hal organisasi di HMJ mereka rekan paling aktif lalu dalam hal tongkrongan mereka rekan yang konyol. Bisa dikatakan kami ini sahabat dalam segala situasi dan kondisi. Dari ide-ide yang cemerlang hingga ide-ide yang tidak ada gunya sekalipun pernah kami buat.

           Seperti seminggu lalu saat perkuliahan berakhir siang. Aku dan mereka nongkrong di kampus tengah. Awalnya ini idenya Bombom dan Segah untuk duduk di halte FMIPA. Tujuannya cuma ingin melihat cewek-cewek di fakultas itu. Satu persatu perempuan yang lewat digoda oleh sahabat-sabahatku ini. Yang paling semangat Bombom dan Jay, mereka memang kuakui keberaniannya merayu perempuan. Target dari perempuan yang akan dicarinya adalah anak dari jurusan biologi. Menurutnya, anak biologi mampu mengerti apa yang sebenarnya lelaki butuhkan.

           Beberapa perempuan berhasil diajaknya berkenalan tapi tak berhasil dimintai kontak WA nya. Tapi tak apa sebab jika ada pertemuan selanjutnya tanpa sengaja mungkin akan berjodoh. Dua jam lebih nonkrong di halte FMIPA dari obrolan ‘haha-hihi’ hingga rayuan berpuisi mereka berikan. Mungkin perutnya lapar sehingga kami melanjutkan hari yang tiada guna ini dengan makan mie goreng di kantin FMIPA. Memang hari ini jadwal kami melakukan kunjungan ke fakultas orang lain. Setelah dari FMIPA lanjut ke Fakultas Ilmu Pendidikan melihat calon ibu guru SD yang imut-imut. Kebetulan Segah ada teman disana jadi sambil bertemu temannya itu sambil kenalan dengan temannya yang lain. Segah ditunggu di lobi fakultas oleh temannya itu. Tapi tidak bisa lama-lama karena dia mau membuat tugas kelompok. Jadi bertemu cuma basa-basi saja sekaligus berkenalan dengan teman-teman kelompoknya itu.

           Satu persatu kami dikenalkan teman-temannya. Aku lupa nama-namanya yang pasti ada lima perempuan dua dari Tabanan, dua Gianyar dan satu dari Karangasem. Tapi kalau Bombom, Segah dan Jay pasti ingat nama-nama mereka. Bahkan kontak WA perempuan-perempuan itu masih disimpannya. Aku hanya sebatas kenalan saja. Tidak lebih sebab Aku sudah punya pacar, biarkan teman-temanku saja yang modus.

Lihat selengkapnya