Sementara siang ini Aku berada di warung Bu Anggi bersama teman-temanku. Aku makan syobak kesukaanku. Bagiku makanan yang paling enak di Singaraja adalah masakan Bu Anggi. Selain harganya murah dan pelayanannya ramah, kadang dapat pencerahan moral darinya. Seperti Aku siang ini, Bu Anggi bertanya kepadaku tentang kuliahku. Lalu kujawab baik-baik saja tetapi dia tahu Aku sedang bertengkar dengan Dea. Kutanyai kenapa Bu Anggi bisa tahu. Dia menjawab anak muda masalahnya hanya seputar cinta-cinta saja. Itu wajar meski sulit memang pacaran jarak jauh tetapi itu bisa diatasi dengan menjadi lelaki yang humoris baginya. Intinya Bu Anggi bicara tentang lelaki yang tidak boleh menyerah memperjuangkan pacarnya.
Kuhargai saran dari Bu Anggi sebab dia telah kuanggap ibuku di kota Singaraja ini. Kalau dia sudah memberiku saran tidak ada seorang pun boleh mengganggu. Termasuk pelanggang yang mau makan akan disuruhnya duduk dulu sampai dia selesai mengobrol denganku. Tapi kalau nanti banyak pelanggan yang antri Aku biasanya disuruhnya mengantarkan makanan itu kepada pelanggannya. Begitu juga membereskan piring-piring itu, Aku yang mengambilnya dan Bombom yang mencucinya.
Bu Anggi memang bekerja sendiri di warungnya. Dari membeli sayur ke pasar hingga masak pagi-pagi masak seorang diri juga. Suaminya tidak banyak bisa membantu sebab dia juga harus berangkat kerja pagi-pagi. Lalu dua anaknya juga sibuk dengan rutinitasnya menjadi siswa yang satu SMA yang satunya lagi SD. Biasanya di kampus Aku sering merekomendasikan warungnya untuk memesan makanan. Kalau ada acara apapun di jurusanku catering nya selalu disana. Yang menjadi sibuk pasti Aku dan Bombom. Dari mengantarnya ke pasar hingga membantu tumis-tumis bumbu Aku tahu sedikit jadi jangan heran kalau Aku bisa memasak. Sampai mengantar makanan itu ke kampus Aku dan Bombom melakukannya. Teman-teman di jurusan mengira Aku yang punya usaha catering itu. Tapi Aku senang melakukannya sebab waktu yang kosong bisa kupergunakan dengan hal-hal positif. Biasanya di kost masih rebahan dan merasa tidak berguna sama sekali.
Kata Bu Anggi, walaupun tidak ada jadwal kuliah jangan hanya rebahan di kost terus. Semasih muda banyak hal yang bisa dilakukan atau datang saja ke warung pasti ada saja kerjaan. Pikirku kalau di suruh ke warung biasanya bantu-bantu membawakan makanan atau mengantarnya ke pasar. Ya, begitulah dia kepadaku tanpa sungkan-sungkan sama sekali. Setidaknya ada orang yang peduli denganku di Singaraja, itu yang kusyukuri dari Bu Anggi.