Kak Mirah sukanya ke Pantai Lovina dan kali ini Aku berkesempatan menemaninya ke sana. Sepulang kuliah sekitar jam 16.00 wita Aku jemput dia ke kost. Dia telah menunggu di depan gerbang. Disana ada juga teman-temannya tapi mereka tidak ikut katanya takut menganggu suasana. Kubonceng dia dengan motorku pelan-pelan sekitar lima belas menit kami sampai. Saat itu sore sedang cantik-cantiknya. Tidak terlalu ramai tapi ada beberapa pasangan kekasih sedang duduk di pinggir pantai.
Kalau beruntung bisa melihat gerombolan lumba-lumba muncul kepermukaan. Dari dermaga kami tunggu lumba-lumba itu muncul tetapi kata orang jarang lumba-lumba tidak akan muncul sore. Tidak apa-apa sebab kami masih bisa memandangi laut Bali utara. Meskipun aku tidak melihat ujungnya sampai dimana tapi aku bilang mungkin disana tempat tinggal lumba-lumba itu, di palung laut terdalam yang sunyi dan sepi jauh dari kehidupan manusia. Tapi kata Kak Mirah mungkin disana ada putri duyung. Kataku itu mustahil sebab putri duyung hanya ada di film. Katanya lagi, bagaimana kalau berenang kesana untuk tahu kepastiannya. Aku tahu dia bercanda tapi Aku serius bilang kalau Aku tidak bisa berenang. Namun seandainya dia minta Aku buat naik ke gunung Aku mau asal berdua dengannya. Dia tidak suka ke gunung katanya capek jalan ya sudah diam saja disini toh gunung tidak kemana-mana. Aku berdebat banyak hal dengannya. Aku juga mengalah dalam banyak diskusi ini susah kalau dua anak bahasa mengobrol.
Kusaksikan semakin lama langit di Pantai Lovina semakin cantik saja. Aku mengajaknya berfoto di dermaga menghadap ke matahari yang hampir terbenam. Kira-kira ada lima foto terbaik dari sekian foto yang dia simpan. Aku tidak mengerti yang lainnya kenapa di hapus padahal menurutku itu sama saja namun kuhargai setiap hal yang terjadi sore ini. Jujur kalau ke pantai bersama perempuan pasti kubayangkan tentang adegan film di tv yang berlarian dipinggir pantai. Aku ingin mengajak Kak Mirah seperti itu. Kami beranjak dari dermaga lalu ke pinggir pantai berjalan. Aku coba bermain air dengannya tapi matanya perih kena air laut. Aku tidak sengaja terlalu bersemangat seperti diadegan film-film. Tapi tidak apa-apa kami lanjutkan main air tapi tidak sampai kena wajah. Hasilnya kami basah dan kaki dipenuhi pasir. Sangat menyenangkan hingga kami duduk berdua sambil makan lumpia. Aku sengaja beli satu tapi porsi dobel kita bisa saling menyuapi.