Aku tahu mengajarkan perempuan bermain gitar suatu kebanggaan bagi lelaki. Aku tidak bilang perempuan yang bisa bermain gitar idaman tetapi perempuan bisa bermain gitar setidaknya cantik pada porsinya. Sehingga Aku mengajarkan Kak Mirah pelan-pelan saja tidak mesti cepat bisa. Aku kasi tahu ini namanya chord dasar, jari-jarinya mesti kulatih pelan-pelan agar terbiasa. Tidak apa-apa suara gitarnya tidak nyaring sebab dengan senang hati kuperbaiki. Sehingga dalam momen ini yang sabar mesti Kak Mirah sedangkan Aku sembunyi-sembunyi menatap wajahnya lebih lama dari biasanya.
Sebenarnya Kak Mirah tidak usah repot-repot belajar bermain gitar. Itu biar menjadi kewajibanku saja. Sedangkan kewajiban Kak Mirah mendengarkanku bernyanyi. Kapanpun dia minta Aku bersedia. Pagi hari, baru bangun tidur kusiapkan lagu folk yang menyentuh hati. Siangnya ada lagu pop punya artis ibu kota, Aku pinjam sebentar kunyanyikan untuk Kak Mirah. Sore menjelang ada lagu-lagu reggae agar enak menikmati langit terbenam di Pantai Lovina. Kalau malamnya kuserahkan padanya untuk memilih lagu apa saja. Itu detail kewajibanku pada Kak Mirah, lain-lainnya diselenggarakan dengan tempo yang pelan-pelan dan menyenangkan. Tapi tidak apa-apa tetap kuajarkan bermain gitar cukup tahu chord dasar saja. Tidak usah sampai ke dalam sekali, nanti dia pintar bermusik dan Aku tidak suka banyak lelaki yang merayunya atau mengajaknya duet bareng. Kupastikan mereka tidak lebih jago dariku sebab Aku bisa bermain piano yang lainnya belum tentu bisa.
Untuk Kak Mirah tidak usah lama-lama belajar gitar, makin sebentar makin baik. Niat untuk membeli gitar diurungkan saja. Aku cemas kalau telponku tidak diangkat karena sibuk belajar gitar. Atau begini saja, belajar gitar sebulan sekali selebihnya dia menjadi pendengar yang baik buatku. Sebenarnya Aku cuma ingin berdua dengannya. Menghabiskan sore terbenam di pantai misalnya atau di warung tepi bukit. Bercerita kesana-kemari tidak ada ujungnya. Dia bebas bercerita apapun dan Aku bebas menjawab apapun. Dengan begitu Aku harap dia tidak sungkan denganku sehingga Aku menjadi orang pertama di kota ini yang dia temui di saat sedih. Aku punya dua bahu yang kiri dan kanan sama untuk memberinya rasa nyaman.
Untuk hari ini cukup belajar bermain gitar. Ada yang lebih penting soal perasaanku yang semakin hari semakin sayang. Bagaimana kalau sore ini kita ke taman kota saja menikmati sore terbenam duduk berdua diantara keramaian. Aku kangen dengan sosis dan kentang goreng warung Bu Suci. Tenang saja Aku traktir uang jajanku masih sisa. Kak Mirah cukup duduk disebelahku kalau mau bercerita tentang apapun itu kupersilahkan. Kalau Aku belum ingin cerita sebab ingin memegang tanganmu saja. Maukah misalnya kau bilang ‘pegang tanganku’ agar aku tidak bingung mencari cara untuk memulai obrolan ini.