Terasa cepat jam berputar kalau lagi di rumah Aku berpikir positif saja mungkin ini cara semesta buat mempertemukan aku dan Mirah lagi. Meski disisi lain kita harus meninggalkan rumah untuk kembali merantau ke Singaraja. Maka siang ini Aku menuju ke rumahmu di Tabanan. Aku tahu perjalanan ini akan lama. Tugasmu cukup memelukku erat dari belakang. Jujur Aku suka kau bersandar pada bahuku. Bercerita banyak hal dari Tabanan hingga Singaraja yang kemarin kita bahas di telpon kita bahas lagi sepanjang jalan ini. Entah kenapa Aku tidak bosan mendengar cerita yang sama darimu.
Pernah salah seorang teman laki-laki bicara tentang kebosannya mendengarkan pacarnya banyak bicara tapi tidak berlaku bagiku dengan Mirah. Apa karena kami jurusan bahasa Indonesia atau karena bawaan mata kuliah menyimak. Tapi yang jelas karena Aku mencintai Mirah. Kau tidak usah cemas tentang hidupmu di Singaraja semasih Aku disini maka kau aman. Bukan bermaksud menggantikan peran orang tuamu namun Aku bisa menjadi apa saja yang kau mau. Ingat, Aku mencintaimu tidak ada karena-karena lagi sudah titik kalau kau bertanya lagi aku anggap ini penghinaan!
Mirah bersiaplah nanti kuajak kau berkeliling Bali pada waktu dan kesempatan yang tepat. Kemarin kau bilang ingin ke Karangasem. Kau berimajinasi seolah kita sedang berada di taman edelwis di kaki Gunung Agung. Kau berlarian kesana-kemari mencari sudut yang tepat buat berfoto denganku sedangkan Aku sebagai pacarmu mengikuti keinginanmu itu. Lalu kau juga ingin mengajakku berkeliling Nusa Penida. Naik kapal lalu sampai di pelabuhan dan bergegas menuju Kelinking beach. Aku menurut saja apa maumu sama sekali Aku tidak keberatan. Imajinasimu membuat Aku punya sayap untuk bisa kemana-mana. Memandang lepas samudra di langit Nusa Penida. Tidak ketinggalan Ubud, Kintamani dan Nusa Dua masuk kedalam daftar tempat merayakan cinta. Bila kesampaian jangan ragukan kemampuanku memboncengmu dengan aman dan nyaman. Sepanjang jalan kupastikan menyenangkan dan tidak usah buru-buru.