GENTA 2018

Rayasa Kherta
Chapter #26

BERTAMU

Aku ingin bilang isi hatiku kepadamu bahwa tentang mencintaimu telah final tidak ada karena-karena lagi. Cuma begini sejujurnya aku ingin mengajakmu pulang ke kampungku sekalian bertemu ayah dan ibuku. Mereka orangnya baik akan menyambutmu ramah. Kau telah kuceritakan begitu hebatnya menaklukan hatiku. Ayahku penasaran siapa sejatinya dirimu begitu juga ibuku. Fotomu telah beberapa kali Aku perlihatkan kepada mereka. Mirah kapan enaknya Aku membawamu pulang ke rumah? Kalau minggu depan Aku rasa kau masih sibuk urusan jurnal dan beberapa materi untuk bahan proposal dan kalau dua minggu lagi takutnya ayah dan ibu sibuk bekerja.

Atau begini saja lusa hari rabu jadwal kuliahku dan kuliahmu tidak terlalu padat. Kalau mau setelah jam kuliah kita tancap gas ke rumahku. Kita pulang lewat Bedugul kira-kira sampai rumahku sekitar jam sebelas. Nanti kita ngobrol banyak hal di teras rumahku. Aku yakin ibuku sudah masak enak kalau dibandingkan dengan masakan Bu Anggi hampir miriplah. Tidak usah canggung bertemu orang tuaku, mereka sama asiknya mengobrol seperti Aku. Ibuku akan cepat akrab denganmu sebab dikeluargaku kekurangan perempuan kebanyakan laki-laki. Mungkin dalam hati ibuku kau dianggap seperti anaknya sendiri yang diperlakukan sama seperti Aku. Kalau ayahku suka becanda kadang kalau ngobrol suka garing tapi tidak apa-apa kau anggap saja itu cara ayahku ingin mengenalmu.

Kau jangan terkejut Aku ajak ke rumahku karena jauh dari kota. Perlu masuk ke dalam sedikit dan sepanjang jalanan ada sawahnya. Beda dengan rumahmu yang kalau ke kota aksesnya lebih dekat. Tapi kalau sudah beberapa kali berkunjung pasti akan kangen karena suasana sore begitu ramah. Aku punya halaman belakang yang mepet dengan sawah. Bagiku itu anugrah sebab di kota belum tentu ada sawahnya. Biasanya disana Aku banyak menghabiskan waktu ketika pulang. Kesayanganku selain kamu adalah halaman belakang rumahku. Aku mau main gitar, piano, membaca buku, menghayal dan bercerita kuhabiskan di halaman belakang. Yang paling penting halaman belakang telah bersih dari semua kenangan masa lalu karena Aku telah berdamai dengannya.

Seperti yang Aku bilang tadi kalau ibuku telah masak enak dan banyak. Kamu disambut ramahkan, kita hanya mengobrol santai perihal keluargaku. Bercerita awal pertemuan ayah dan ibuku sehingga mereka menikah. Lalu cerita tentang Aku yang ketika SD masih suka diantar ke sekolah sama ayah. Bercrita sejak awal Aku suka bermain gitar. Ketika itu masih SMP dan aku mohon kepada Ayah untuk dibelikan sebuah gitar seharga 150.000 Aku ingat betul membeli gitar itu di seputar taman Kota Gianyar. Gitar warna hijau yang pertama kali Aku miliki. Ketika itu senangnya minta ampun punya gitar. Walaupun gitar itu disebut gitar sayur oleh teman-temanku tapi tidak apa-apa banyak imajinasi kuhabiskan dengan gitar pemberian ayah. Hingga akhirnya Aku menjadi suka sekali bermain musik.

Lihat selengkapnya