GENTA 2018

Rayasa Kherta
Chapter #29

BEPERGIAN

Aku berniat mengajakmu liburan akhir pekan ini sebagai hadiah atas kesukseskan seminar proposalmu. Aku ada ide ingin mengajakmu ke Pinggan Kintamani disana ada negeri di atas awan begitu orang-orang menyebutnya. Kita berangkat pagi-pagi saja biar tidak ketinggalan momennya. Naik mobil dari Singarja kira-kira jam empat pagi mungkin akan sampai disana jam enam kurang. Mirah ketiduran dalam perjalanan sehingga kubangunkan ketika sudah sampai di Pinggan saja. Sampai disana kami memandang awan, gunung dan Danau Batur sepuasnya.

Mirah bilang aku romantis tapi aku bilang ini biasa saja. Memang sudah kewajibanku mempersembahkan pagi yang seperti ini kepada Mirah. Aku hanya ingin menjadi pacar yang pengertian. Mengerti kau lelah seusai seminar proposal maka aku inisiatif mempersembahkan pagi dari negeri di atas awan.

Aku sudah bawa alat pembuat kopi, aku lupa namanya kemarin aku pinjam ke teman. Aku juga sudah diajarkan cara pakainya bagiku ini mudah, tapi bukan soal mudah atau sulit pernah Aku bilang padamu aku bisa menjadi apapun kini aku menjadi barista buatmu. Aku yakin kopi buatanku enak sebab kuaduk pelan, kuberi gula sedikit lalu kopi secukupnya namun pakai cinta yang banyak. Dua gelas kopi aku hidangkan. Kau pegang kopi itu dengan kedua tanganmu sambil kau hirup dalam-dalam aroma kopinya. Silahkan kau langsung minum saja tidak usah khawatir airnya hangat bukan panas. Mirah, pacarku termanis seandainya bisa kubawa pagi seperti ini ke Singaraja maka akan kupersembahkan kepadamu. Agar setiap pagi ketika baru bangun tidur hal pertama yang kau lakukan adalah bersyukur atas segala nikmat hidup ini.

Tuhan, ada doa yang ingin kupanjatkan. Ini tentang Mirah pacarku yang tersayang. Dia telah kusayangi begini adanya. Dalam hari-hari bersamaku tak pernah membuatnya bersedih oleh karena sikapku. Perhatianku sebagai lelakinya kurasa tiada henti seperti air mengalir ibarat musim kemarau aku selalu sigap meneduhkannya pun ketika hujan tak kubiarkan dia berteduh seorang diri.

Aku tidak berencana menjadi romantis karena memang aku begini orangnya. Suka tiba-tiba menyanyikannya lagu dan suka tiba-tiba mengajaknya ke suatu tempat. Kalau Aku sudah mencintai ada saja yang aku lakukan untuk mewarnai hari-hari bersamanya. Mirah sangat mencintaiku sepaket dengan caraku menyayanginya. Mirah juga orangnya menyenangkan kuajak menikmati hal-hal baru. Aku bilang senyumnya manis sekali sampai kubuatkan lagu yang liriknya ‘hey yang paling manis’ Aku buat lagu ini seusai pulang dari Pinggan. Mengingat senyumnya yang begitu merekah bagai fajar yang terbit diwajahnya. Bunga-bunga bermekaran di sepanjang jalan menuju Pinggan itu karena senyumnya jatuh bertaburan.

Lihat selengkapnya