GENTA 2018

Rayasa Kherta
Chapter #31

WISUDA

Mirah pacarku termanis, selain berpisah denganku sanggupkah kau berpisah juga dengan kampus bawah tercinta. Mengingat tentang pertama kali ospek, berjemur di lapangan kampus tengah dengan banyak hal yang terjadi. Kau sering dimarahi senior ada saja kesahalan di mata mereka. Kau jengkel sempat tidak ingin ikut ospek tapi temanmu meyakinkan bahwa ini proses yang mesti dilewati. Lalu tentang hari-harimu sebelum denganku banyak kau habiskan di kampus ini. Bukankah setiap pagi kau mengeluh kuliah, bukankah setiap sore kau mengantuk kuliah. Cerita itu sering aku dengar darimu ketika aku pendekatan denganmu.

Itu belum seberapa yang susah tentu berpisah dengan tempat favorit kita. Aku yakin kau tidak akan sanggup membawa semua kenangan ini pulang. Apalagi aku selalu saja sanggup membuatmu jatuh cinta berkali-kali. Aku perlu ceritakan tentang suatu malam saat kau sedang ingin ke Ex Pelabuhan. Aku ingat waktu itu sehari empat kali aku mengantarmu kesana. Paginya mengantarmu olahraga, siangnya makan, sorenya melihat matahari terbenam sambil beli jagung manis lalu malamnya duduk berdua sambil mendengar hempasan ombak menghujam pesisir pantai. Aku sama sekali tidak keberatan jangan salah paham Mirah. Aku cerita begini biar orang lain tahu kalau pulang itu perkara gampang yang susah membersihkan kenangan seusai bepergian.

Mirah, kau telah kuanggap lebih dari sekadar pacar. Kau terlalu bercanda jika kuanggap sebagai pacar saja lebih dari itu kau adalah kekasih sanubariku yang kutemukan saat aku sedang hancur-hancurnya. Aku tidak perlu lagi menjelaskan tentang hadirmu ketika itu sudah kusampaikan pada halaman sebelumnya. Aku juga tidak perlu menjelaskan alasan Tuhan mengirimkanmu saat itu yang pasti aku berterima kasih atas apa yang terjadi. Mungkin ini yang namanya mengambil hikmah dari setiap kejadian. Aku tidak bisa memilih atau meminta kita memang sengaja dipertemukan oleh Tuhan dengan berbagai alasan.

Sekarang aku ingin merayakan hari-hari bersamamu masih ada waktu selama kurang lebih dua bulan ini. Setelah itu kau kulepas pulang ke rumahmu di Tabanan menjadi pribadi yang lebih baik karena telah mendapatkan banyak ilmu pengetahuan selama di kampus. Seperti yang aku bilang sebelumnya bahwa waktu tidak pernah terlalu cepat atau lambat hanya saja kita yang tidak sabar Mirah. Tapi kalau boleh aku minta beri aku waktu barangkali lebih lama lagi bersamamu di kota ini. Entah dengan cara bagaimana itu terjadi aku selalu berharap keajaiban datang. Urusan skripsimu aku kira hanya perlu memenuhi beberapa bagian revisi saja lalu dilanjutkan dengan proses administrasi untuk sampai kepada yudisium lalu puncaknya wisuda.

Mirah kekasih sanubariku bagaimana kalau kita jalan-jalan saja. Kabarnya ada sore yang bagus di padang savana daerah Kubu Karangasem. Kata temanku sore disana langitnya kemerah-merahan dan disebelahnya ada pantai kalau beruntung bisa juga melihat lumba-lumba naik kepermukaan. Lihat ini fotonya baru saja dikirim oleh temanku. Jarak kita dari Singaraja ke sana cuma satu jam lebih sedikit. Seperti biasa kau tidak usah khawatir aku memboncengmu dengan aman dan nyaman. Keselamatanmu itu urusanku jadi tugasmu hanya memelukku dari belakang. Aku yakin perjalanan ini tidak akan membosankan Mirah sebab seperti kataku sebelumnya bahwa setiap perjalanan pasti selalu menyenangkan jika dengan orang yang kita cintai.

Sedikit macet di Kota Singaraja namun jika sudah sampai seputar jalan Air Sanih lalu lintas lancar. Kita sabar sebentar setelah lampu merah terakhir perjalanan kita tidak akan terganggu oleh debu dan bisingnya kendaraan. Kita sampai jam 16.27 Wita saat sore masih sama seperti yang di foto tadi. Pelan laju motorku ketika sampai di padang savanna menyaksikan dari dekat megahnya Gunung Agung yang sedang cantik-cantiknya. Sore dengan langit kemerah-merahan ini kupersembahkan untuk Mirah kekasihku. Tidak ada kata sia-sia jika bepergian denganku dan tidak sekalipun aku mengecewakanmu soal mencari sore yang indah begini. Boleh dibilang aku penikmat sore tapi bukan anak senja. Senja akhir-akhir banyak digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang mendegradasi makna sesungguhnya. Savana ini seperti milik kita berdua Mirah karena memang tidak banyak orang yang tahu. Jangan sampai tempat ini viral nanti banyak yang piknik tapi lupa membawa sampahnya pulang.

Lihat selengkapnya