Mirah pacarku tersayang, aku relakan dirimu pulang ke kota Tabanan. Walaupun aku pacarmu tidak berhak melarangmu untuk tetap disini. Terlalu egois untuk menyuruhmu menetap tapi urusan kuliahmu sudah selesai. Mirah apa kau tahu banyak yang bersedih mendengarmu akan pulang. Ibu Anggi sudah terlanjur sayang kepadamu dia menangis ketika kubilang kau akan pulang. Baginya kau perempuan baik yang mampu membuatku menjadi lelaki yang berguna setidaknya untuk diriku sendiri. Sampai kapanpun warung bu Anggi akan tetap menunggumu kembali untuk menikmati makanan kesukaanmu. Lalu ada banyak lumba-lumba di Pantai Lovina yang kehilangan salah satu teman bermainnya. Aku harus bilang apa kepada mereka ketika aku duduk di dermaga nanti? Ingatkah saat awal kenal sampai sekarang kita pacaran mereka selalu saja muncul kepermukaan. Bagimu hal yang terindah ketika berpacaran di Lovina adalah ketika kita sibuk menghitung jumlah lumba-lumba yang muncul kepermukaan. Lovina bukan soal tempat sebab kedamaian hati dan pikiran bisa kita temui disini.
Sebelum kau pulang besok aku berkewajiban mengajakmu keliling Kota Singaraja. Sekali lagi untuk melihat kota yang penuh romansa ini yang setia menjadi saksi cinta kita. Air matamu menetes di bahuku kau bilang belum siap meninggalkan ini semua. Tugu tiga, patung Singa Ambara Raja, taman kota, Ex. Pelabuhan, Lovina dan masih banyak yang lainnya lagi. Sudah aku bilang bahwa kau tidak akan sanggup membawa semua kenangan ini pulang. Pasti akan tercecer jatuh dimana-mana sebab ini berat kau tidak akan kuat sendirian. Menangislah sepuasnya aku tidak akan melarangmu. Kau seorang perempuan biasa yang selalu menangis tentang apapun yang menyentuh hatimu. Sedangkan aku lelaki tidak usah menangis, itu cemen! Biarkan kusimpan dalam hati semua rasa ini.
Lihatlah sebentar lagi langit akan menjadi kemerah-merahan. Kita duduk di dekat dermaga saja tidak usah mengobrol banyak cukup bersandar pada bahuku. Aku sudah tahu isi hatimu banyak sedihnya, banyak maunya dan banyak dilemanya. Aku juga sama sepertimu berpikir-pikir bagaimana menjalani hari esok. Apa pagi masih sama menyenangkan seperti sebelumnya dan apa aku sanggup membiasakan diri tanpamu. Tapi tenang saja dengan berbagai cara akan aku kirimkan banyak sore untukmu serta akan kukirim lengkap dengan lagu kesukaanmu. Seperti yang sering aku bilang kepadamu bahwa lelaki yang sedang jatuh cinta punya banyak cara untuk membahagiakan pacarnya. Bila kau rindu lekas sampaikan kepadaku agar kerinduan itu tidak membebanimu. Aku tidak mau berdosa karena membiarkanmu rindu sendirian. Kau boleh protes asal jangan marah lama-lama kita tidak usah memelihara kemarahan dan egois ketika kita sedang berpacaran jarak jauh. Itu tidak baik Mirah, aku ingin kita terus terang saja rindu bilang rindu jangan pakai kode-kode.
Pulanglah ke Tabanan Mirah akan kuantar sampai di batas kota. Suruh orang tuamu jemput disana saja tidak usah sedih lagi kau perempuan kuat. Tugasmu disana menjaga agar cinta kita semakin hari semakin erat. Yakinlah cinta akan membuat kita menjadi manusia yang menyenangkan jangan tiru siapapun dilingkungan terdekatmu jika meremehkan cinta kita. Anggap saja mereka punya masa lalu yang tidak menyenangkan dengan percintaannya sehingga begitu pesimisnya melihat kebahagiaan kita.