Mirah mengajar pada salah satu sekolah menengah pertama di Tabanan. Dia menjadi seorang guru muda, cantik dan manis. Aku sebenarnya masih canggung melihat Mirah berpakaian coklat khas PNS itu tetapi dia telah menentukan pilihan untuk mengabdi dalam dunia pendidikan. Aku bilang kepadanya jika seandainya ada kategori guru termanis sekabupaten pasti Mirah juaranya. Mirah imut dan manis sekali berpakaian formal begitu sedangkan aku tahu Mirah apa adanya dia tidak terlalu fanatik dengan pakaian yang penting nyaman pasti dipakainya.
Guru bahasa Indonesia yang manis itu namanya Mirah dia pacarku yang paling tersayang yang kalau khawatir suka marah-marah tidak jelas. Lalu kalau gabut suka keliling kota naik motor bersamaku dan kadang menangis terhadap apapun yang menyentuh hatinya. Mirah, tetaplah menyenangkan sebagaimana biasanya jangan pernah ada alasan rutinitas menjadi guru membuatmu lupa merayakan cinta. Aku tahu menjadi guru bukan perkara gampang memahami banyak isi kepala tidak seindah merayakan rindu denganku. Namun jika itu pengabdianmu cintailah dengan lebih dan kurangnya.
Aku pesan kepadamu jadilah guru yang menyenangkan. Jangan pernah memarahi siswa kalau mereka tidak bisa menjawab soal sebab di kehidupan yang nyata mereka jago dalam bidangnya masing-masing. Aku kira siswa yang berbakat main bola tidak mesti pintar pelajaran bahasa Indonesia. Siswa yang pintar IT tidak mesti nilai lari jarak pendeknya sempurna. Aku harap kau mampu berkontribusi dengan baik dalam dunia pendidikan minimal membuat siswa betah menyimak pelajaran. Lebih-lebih bisa membuat sekolah menjadi tempat untuk merayakan ilmu bukan ajang adu rangking! Aku tidak akan suka jika mendengar pacarku membuat keputusan hanya berpatokan dari angka-angka saja. Aku akan kecewa bisa jadi aku tidak akan mau kalah berdebat denganmu lagi.
Kalau boleh aku pesan hilangkan paradigma sekolah melahirkan para juara akademis sebab ada banyak calon musisi, penyair, seniman, pemain bola, penari dan sebagainya yang belum maksimal mendapat ruang di sekolah. Apakah kau tidak mau melihat timnas kita setidaknya menjadi juara sekali saja. Maka jika ada siswa yang izin untuk bermain bola tidak usah ragu langsung izinkan saja. Lalu dalam pelajaran menganalisis teks sastra entah itu puisi atau cerpen jangan pernah menyamakan persepsi siswa dengan persepsimu. Tidak apa-apa berbeda penafsiran sebab karya sastra sifatnya multitafsir semakin banyak penafsiran semakin ‘hidup’ karya tersebut. Tugasmu hanya memberi perbandingan tafsiranmu dengan siswa selanjutnya biar siswa yang bernalar. Kalau menjadi guru jangan menghafal materi sebab kalau menghafal aku yakin pembelajaran tidak akan menyenangkan, yang siswa terima bukan ilmu tapi definisi utuh dari buku ke papan tulis.
Mirah tugasmu mulia salah satunya adalah untuk meyakinkan dunia bahwa setiap siswa berhak menjadi apapun yang penting cinta dan searah dengan hati lalu pikiran. Di masa mendatang yang dibutuhkan dunia ini adalah mereka yang mencintai apa saja yang dikerjakannya. Maka dengan begitu mungkin hidup ini tidak akan membosankan apalagi ada cinta yang selalu menjadi obat dari segala macam keluh kesah dunia ini. Maka aku titip yang fundamental saja kepadamu siapa tahu dengan hadirnya dirimu menadi guru muda bisa membuat gairah pendidikan kita semakin ke arah yang lebih baik saja. Maka misalnya kita berjodoh, menikah lalu punya anak dan aku tidak merasa cemas anak kita yang bakatnya bernyanyi mendapat nilai yang jelek dalam pelajaran olahraga misalnya.