Selamat pagi Mirah pacarku tersayang hari ini aku ada di rumah sedang rebahan di kamar sambil baca buku. Entah kenapa aku ingin minum susu padahal biasanya sering minum kopi tapi tidak apa-apa mungkin karena di rumahku pagi sedang berkabut. Rumahku dekat dengan gunung jadi wajar embun dan kabut datang beriringan. Di Tabanan bagaimana Mirah? Aku harap cuacanya cerah sehingga perasaanmu baik-baik saja. Aku yakin tidurmu kemarin nyenyak sebab aku berkabar penuh tidak sepotong-sepotong. Mirah, aku kangen bolehkah pagi ini kutulis tentang dirimu lagi pada halaman kesekian buku ini. Aku harap suatu saat buku ini selesai lalu kau bersedia membacanya. Tetapi maaf aku harus jujur bilang kalau buku ini bukan tentangmu seorang. Ada Dea Andriyanti yang menjadi mantan kekasihku yang aku perlakukan sama sepertimu cuma bedanya kau bukan hanya pacarku, kau lebih dari itu. Maka jangan pernah cemburu teruslah membaca buku ini hingga sampai ke bagian dirimu kuceritakan begitu sayangnya.
Semoga buku ini sampai ke rumahmu dengan keadaan yang tidak kurang apapun. Bagian depannya akan aku tulis untuk mirah kekasihku lalu selanjutnya silahkan menjadi urusanmu bagaimana nyamannya membaca. Tetapi jujur buku ini akan bahagia diakhir atau tidak aku belum tahu sebab tugasku bukan meramal apa yang terjadi nanti. Aku hanya lelaki yang pandai merayakan cinta denganmu bagaimana nanti biarkan Tuhan yang menentukan. Tetapi dalam doaku selalu meminta kepada Tuhan agar sekiranya direstui oleh orang tuamu. Itu saja keraguanku lalu tentang cintamu kepadaku berkali-kali aku sampaikan tidak ada sedikitpun rasa ragu.
Jangan pernah cemberut apalagi bersedih jika nanti kau baca buku ini. Aku selalu menginginkan kedamaian tercipta darimu agar aku bisa menjalani hidup ini dengan gembira. Kalau buku lain silahkan baca sepotong-sepotong tapi kalau buku ini jangan. Nanti kau berdosa melewatkan kenangan-kenangan bersamaku. Siapa tahu ada jalan menuju rumahku atau rumahmu yang pernah kita singgahi saat turun hujan itu makannya aku tidak pernah mau merayakan valentine sebab esensinya disalahartikan.
Berkali-kali aku tolak ajakanmu untuk menikmati sore di pantai saat valentine berulang-ulang kau rayu aku agar setidaknya mau jalan-jalan naik motor keliling kota aku juga tidak mau! Maaf Mirah keputusanku tidak akan mampu kau rayu karena bagiku merayakan cinta harus setiap hari entah dengan menyanyikanmu lagu atau membacakanmu puisi. Aku tersinggung jika menurutmu momen yang tepat merayakan cinta hanya setahun sekali pada bulan februari itu pun pertengahan bulan. Hal-hal prinsip seperti ini sekiranya diperbaiki dari dirimu sebab kalau denganku prinsip itu penting. Memahamiku tidak harus sering bertanya kabar atau sudah makan kau berprinsip saja aku sudah senang. Tetapi itu bagian seriusnya Mirah, aku lanjutkan tulisan ini dengan bagaimana keadaan dirumahku.