Teruntuk Kota Singaraja, aku kembali sendirian. Mirah yang dulu aku cintai begitu hebat telah bersama lelaki lain. Aku tahu aku sedang patah hati maka jangan diperjelas dengan hujan disepanjang perjalanan menuju Singaraja. Maafkan aku tidak bisa menjaganya di dunia ini meskipun aku tahu dia sayang tetapi sayang saja tidak cukup. Aku kalah dengan lelaki yang baru saja hadir dihidupnya. Meskipun lelaki itu belum pernah memberi Mirah sore yang ada lumba-lumbanya tetapi dia mau nyentana.
Dari pesisir Pantai Lovina aku persembahkan doa-doa yang panjang kepada Mirah dan kehidupannya. Sore terakhir yang aku berikan walaupun tanpa lumba-lumba yang muncul kepermukaan. Aku yakin di bawah sana mereka bersedih sebab salah satu penduduk di bumi sedang patah hati begitu hebat. Buat seluruh sudut kota yang pernah aku singgahi bersama Mirah, maafkan jika ada salah-salah kata atau perbuatan. Aku tidak menyangka akan begini jadinya izinkan aku mengenang seluruh tempat yang pernah aku jumpai dengan Mirah sebagaimana jalan pulang ke rumah meskipun bukan aku pilihan terakhirnya.
Bahwa sore yang terkakhir di Pantai Lovina akan demikian adanya dengan ombak pelan, langit kemerah-merahan, dermaga yang sendiri dan kapal-kapal yang bersandar. Bersama dengan semua itu aku kirimkan sore yang terakhir ini kepada Mirah dengan amplop putih berisi puisi dan doa-doa yang panjang. Diantarkan oleh ombak dengan langit merah merekah dan dititup oleh angin secukupnya semoga sampai tepat waktu tanpa kurang apapun. Aku tidak menunggu balasan apapun sebab sejak sore terakhir ini aku akan sibuk berkelana kota lainnya siapa tahu ada sore yang menawan disana.
Mirah, kau masih tetap orang baik bagiku hanya saja aku lupa sebagian perempuan tidak bisa berterus terang kepada orang tuanya. Apapun yang terjadi denganmu aku harap ini keputusan yang terbaik tanpa ada alasan karena-karena lagi. Belajarlah mencintainya pelan-pelan aku yakin semuanya akan kembali normal. Matahari di rumahmu akan sama seperti matahari di rumahku oleh karenanya mulailah sibuk merayakan cinta dengannya. Tentangku biarkan mencari jati diri yang entah kemana akan dibawa oleh semesta ini.
Terimalah sore yang terakhir ini dengan hati yang ikhlas dan kenyataan yang begini adanya. Ingat pesanku jika dunia sedang tidak berpihak kepadamu menepilah ajak pasanganmu untuk menikmati sore di sebuah pantai. Aku tidak menjamin setelah itu kau akan baik-baik saja tetapi aku menjamin hatimu akan lebih tenang dari sebelumnya. Ingatlah kodrat manusia adalah merayakan cinta jangan terlalu sibuk bekerja lalu lupa pulang ke rumah. Ingat ada obrolan yang mesti selalu menyenangkan, ada pelukan yang mesti tetap hangat dan pengertian diberikan porsi yang lebih. Kalau aku begitu cara merayakan cinta kalaupun menurutmu ada yang lebih silahkan sesuaikan saja.
Bersama dengan sore yang terakhir ini aku larung perasaanku menuju laut yang paling dalam di Bali utara. Biarkan tidak ada seorangpun mampu mengambilnya sebab ini candu dan berbahaya jika dipelihara apalagi dibawa pulang. Di palung laut yang terdalam tempatnya bersemayam. Aku pastikan tidak akan muncul kepermukaan kecuali atas izin Tuhan di kehidupan selanjutnya aku yang berjodoh dengan Mirah. Aku relakan dan ikhlaskan semuanya yang telah terjadi kepada kisah cintaku. Bilamana akhirnya salah satu diantara kita yang berbahagia itu lebih baik ketimbang tidak sama sekali.