Gerimis Paling Bening di Kairo ( a.k.a Kaligrafi untuk Sabrina )

RENDRA ABIMANYU
Chapter #4

Pesan Tuhan Ada Padanya

Ketika senja sedang cantik-cantiknya, selepas tuntas melaksanakan pekerjaan di butik, Maryam menuju rumah Sabrina. Pesanan Sabrina harus ia sampaikan langsung tanpa perantara. Selain kangen pada sahabat lamanya itu, Maryam pun ingin lebih tahu bagaimana kini kehidupan Sabrina.

Sabrina diam sejenak ketika tiba di depan sebuah rumah di kawasan Sleman. Sejenak ia perhatikan sekitar. Dari bentuk rumah ia yakin kalau ini kawasan perumahan mewah. Namun dari semua rumah yang tadi sempat ia lewati, rumah di depannya inilah yang paling apik. Cat Putih berhambur corak Perak dan abu rokok, serta pagar hitam. Sangat selaras. Sang pemilik rupanya pintar memadukan warna. “Andai saja aku punya rumah seperti ini, pikirnya sambil menekan bel.

Tak lama pintu terbuka.

“Maryam...” seru Sabrina dengan keramahan yang tidak dibuat-buat.

Maryam tersenyum. “Assalamualaikum..” sapanya.

Sabrina nyengir. “Sampai lupa aku.

Waalaikumussalam Nona cantik. Mari masuk,” ajaknya.

Maryam digandeng masuk ke dalam rumah. Maryam semakin terpesona melihat bagian dalam rumah itu. ‘Rumahmu benar-benar indah, Sabrina. Pasti mahal ini bayar arsiteknya.”

Sabrina senyum.”Ah biasa saja.” Tetap merendah. "gimana, tidak tersasar tadi kan?" tanya Sabrina

"Tidak, sepertinya semua taksi tahu kediaman ini ya?" jawab Maryam memenuhi selidik Sabrina.

"Oh, hahaha. Mungkin karena Alvira suka sekali berteman dan mengajak teman-temannya main dirumah ini, tidak semua diantar kendaraan orangtuanya." Sabrina menimpali sambil tertawa kecil. “Silakan duduk. Mau minum apa?”

“Apa saja deh,” jawab Maryam selepas mengempaskan pantatnya di sopa yang empuk.

“Tunggu ya,” Sabrina masuk ke bagian dalam rumah.

Sementara Maryam terus meneliti rumah. Ia sungguh sangat terkesan. Ia mengira tak ada rumah yang bagus selain rumah-rumah di sinetron-sinetron tv, tapi ternyata kini ia berkesempatan masuk ke dalam rumah yang lebih indah dari rumah di sinetron-sinetron tv.

Pajangan dinding yang penuh nuansa ethnic. Lighting lampu tiap sudut yang berbeda warna dan bentuk, foto keluarga yang terpajang dengan berbagai gaya dan berbeda tempat. Jejeran bunga ditiap meja sebagai penyambung pesona bagi para tamu. Lampion warna warni dengan gerak zigzag ditiup angin dari jendela yang terbuka. Warna dinding yang penuh kekuatan pesan bahkan ada gradasi, yang satu dengan lainnya tak sama. Sungguh menandakan rumah ini bukan rumah orang sembarangan. Penuh keilmuan yang menunjukkan kelasnya dalam penguasaan seni interior.

Rumah yang sangat bagus. Aku benar-benar berfikir sangat serius pemiliknya memikirkan agar tiap inci dari bagian rumah ini memberi daya tarik tersendiri. pikirnya.

"Semua ini Mas Dhani yang mendesain. Aku hanya manut apa yang terbaik. Aku nda punya ilmunya." Rupanya Sabrina tahu apa yang ada dalam pikiran sahabatnya itu.

Maryam senyum.

Sabrina duduk sambil meletakan segelas minuman dingin di depan Sabrina.

Rumah Dhani Abimanyu memang mempesona. Siapapun tamu yang baru hadir tak kan enggan menatap dan menyapu seluruh pandang pada setiap inci rumah. Modern eksotis. Ada sofa empuk di ruang keluarga model bohemian. Dibeberapa sudut atas ada besi ulir bermahkota lampu lapis crafting sebagai pemecah kekakuan.

Lihat selengkapnya